Polres Cianjur Tangkap Empat Pengedar Narkoba Jaringan Lapas

CIANJUR, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, menangkap empat tersangka pengedar narkoba jenis ganja dan sabu-sabu yang merupakan jaringan yang dikendalikan dari dalam Lapas Kelas II B Cianjur.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah di Cianjur, Rabu (28/2), mengatakan, keempat tersangka tersebut ditangkap di tempat berbeda dengan barang bukti ganja 400 gram dan sabu-sabu 36 gram.

Para tersangka mendapatkan barang haram tersebut dari seorang napi di Lapas Cianjur.

“Berdasarkan keterangan dari tersangka, mereka mendapatkan narkoba dari pengendali napi di lapas. Kami akan berkordinasi dengan Kalapas Cianjur untuk melakukan penggeledahan di dalam lapas dalam waktu dekat,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut guna membongkar jaringan yang mengendalikan narkoba dari dalam lapas karena beberapa waktu lalu, pihaknya menangkap jaringan yang sama dan mengaku mendapatkan barang tersebut dari pengendali di dalam lapas.

Dia menuturkan, tertangkapnya tersangka berdasarkan informasi warga yang resah dengan peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Menangapi laporan tersebut, pihaknya mengirim anggota untuk menyamar dan melakukan penangkapan.

“Kami mengimbau warga untuk terus berperan aktif melaporkan gerak-gerik pengedar dan pemakai yang berada di lingkungan masing-masing agar Cianjur bebas dari narkoba karena merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya petugas,” katanya.

Keempat tersangka akan dikenakan pasal 114 ayat 1 junto pasal 111 UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan di atas 5 tahun. Selama ini tersangka mengendarkan dan juga menggunakan barang haram tersebut.

Sementara itu, UM ditangkap di rumahnya di Kecamatan Cikalong, dengan barang bukti ganja, AL dengan barang bukti ganja 26,57 gram ditangkap di Kelurahan Sayang, AF alias badut dengan barang bukti sabu-sabu 35,37 gram ditangkap di Kecamatan Cipanas dan RB dengan barang bukti 7,99 gram sabu-sabu, warga Kecamatan Cipanas. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER