Polres Baubau Tahan Dua Terduga Pelaku Pembunuhan

BAUBAU, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resort Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menahan dua terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban RD meninggal dunia pada 28 April 2018 di Kelurahan Bataraguru, Kecamatan Wolio.

Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam dalam konfrensi pers di Mapolres Baubau, (1/5) malam, mengatakan penangkapan kedua pelaku inisial LM (22) dan SW (15) setelah dilakukan pengejaran di beberapa lokasi di daerah itu termasuk Kota Kendari yang disinyalir menjadi tempat persembunyian keduanya.

“Penangkapan keduanya pada Selasa (1/5) karena mereka berbarengan. Jadi pelaku diamankan oleh petugas di depan lembaga pemasyarakatan hasil dari pengejaran tim buser yang sebelumnya sudah bergerak ke Kendari,” ujar Daniel, didampingi Dandim 1413 Buton Letkol Inf Davy Dharma Putra dan Wakapolres, Kompol I Gusti.

Lebih lanjut dia mengatakan, kedua pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia merupakan eksekutor yang melukai bagian kepala korban dan satunya melukai bagian badan korban.

“Pelaku dan korban keduanya saling mengenal. Kebetulan saat kejadian dalam keadaan yang sangat gelap sehingga tidak mengetahui persis wajah dari pelaku,” katanya.

Dari informasi sementara yang diperoleh pihaknya, kronologis kejadian pelaku hendak membeli makanan dan bertemu dengan korban. Kemudian juga bermula adanya pertikaian yang dimulai dari korban, dimana korban mengganggu atau melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam, sehingga dari situ pelaku memberikan respon lalu membalas apa yang dilakukan oleh korban.

“Senjata yang digunakan melukai korban merupakan senjata yang dibawa oleh korban. Senjata itu dilempar kepada pelaku dan kemudian direspon balik mengambil senjata itu dan melakukan penganiayaan kepada korban,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebelum penangkapan terhadap kedua pelaku itu pihaknya telah memeriksa empat orang saksi untuk dimintai keterangan.

“Barang bukti yang diamankan yakni sebilah parang milik korban, kemudian baju dan celana yang digunakan korban pada saat kejadian,” ujarnya.

Terkait apakah akan ada tersangka lain, lanjut Daniel, pihaknya masih akan mencoba menggali informasi lebih dalam pada tindak pidana tersebut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Daniel, pelaku sementara dijerat dua pasal yakni pasal 351 ayat 3 tentang penganiyaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan pasal 170 ancaman maksimal 12 tahun penjara. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Implikasi Hukum Kebohongan Publik dari Pejabat Negara

JADI DARI KEDUA LANDASAN HUKUM ISLAM TERSEBUT JELAS BERBOHONG ATAU BERDUSTA ADALAH PERBUATAN YANG DILARANG DAN HARAM HUKUMNYA.

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close