Polres Banyumas Tangkap Tiga Pengedar Obat Terlarang

PURWOKERTO, SERUJI.CO.ID – Petugas Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Banyumas menangkap tiga orang pengedar obat terlarang atau psikotropika, salah seorang di antaranya berstatus mahasiswa, kata Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Bambang Yudhantara Salamun.

“Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi yang kami terima Rabu 16/5) siang, sekitar pukul 11.30 WIB, dari orang tidak dikenal yang mengaku sebagai warga Kelurahan Karangwangkal,” kata Bambang didampingi Kepala Satresnarkoba Ajun Komisaris Polisi Sambas Budi Waluyo dan Kepala Subbagian Humas AKP Sukiyah di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (17/5) malam.

Dalam hal ini, kata dia, informasi tersebut menyebutkan bahwa salah satu rumah kos yang berlokasi di Jalan Dr Soeparno RT 03 RW 01 Kelurahan Karangwangkal Kecamatan Purwokerto Utara, sering dijadikan tempat pesta minuman beralkohol dan pil koplo.

Oleh karena itu, lanjut dia, Kasatresnarkoba AKP Sambas Budi Waluyo beserta enam anggotanya segera mendatangi rumah kos tersebut dan melakukan penggeledahan.

Saat menggeledah badan salah seorang yang ada di rumah kos itu, yakni PP (32), warga Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, petugas menemukan barang bukti obat terlarang berupa 208 butir Alprazolam 0,5 miligram, 90 butir Alprazolam 1 mg, dan satu unit telepon pintar merek Asus.

Kemudian petugas menggeledah penghuni rumah kos lainnya yang berstatus mahasiswa, yakni GAM (21), warga Desa Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, dan menemukan barang bukti berupa tujuh butir Alprazolam 1 mg, enam butir Alprazolam 0,5 mg, delapan butir Tramadol 50 mg dan sebuah dompet warna hitam.

“Berdasarkan pengakuan GAM, barang bukti tersebut dibeli dari PAP. Keterangan GAM diakui PAP dan dia juga mengatakan jika obat-obatan tersebut dibeli dari GA (21),” kata AKP Sambas Budi Waluyo menambahkan.

Ia mengatakan, pihaknya segera melakukan pengembangan dengan mendatangi kantor cabang salah satu perusahaan jasa pengiriman barang di Desa Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat, dan mendapatkan informasi bahwa ada pengiriman obat psikotropika yang akan diambil oleh R dan Y.

Menurut dia, pihaknya segera mengamankan R dan Y beserta barang bukti paket berisi obat psikotropika milik GA.

Selanjutnya, Kasatresnarkoba beserta anggotanya mendatangi rumah GA di Desa Kalikidang, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, pada pukul 17.00 WIB, dengan membawa barang bukti berupa paket berisi obat psikotropika tersebut.

“Saat kami tanya, GA mengakui barang bukti paket berisi obat psikotropika itu miliknya. Oleh karena itu, kami membawa GA beserta barang bukti ke kantor Satresnarkoba Polres Banyumas untuk pengusutan lebih lanjut,” katanya.

Menurut dia, barang bukti yang disita dari GA berupa 6.050 butir Tramadol 20 mg, 120 butir Actazolam 0,5 mg, 1.000 butir Trihexypenidil Yurindo 2 mg, 3.000 butir Trihexypenidil Mersi 2 mg, dan satu unit telepon pintar merek Oppo.

Terkait dengan kasus tersebut, kata dia, tersangka GAM bakal dijerat Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta.

Sementara tersangka PP serta GA bakal dijerat Pasal 60 ayat 1 huruf b dan ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika juncto Pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp200 juta. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER