Polisi Ungkap Tindak Penganiayaan Anak di Solo

SOLO, SERUJI.CO.ID – Polres Kota Surakarta berhasil mengungkap kasus penganiayaan anak di bawah umur dengan korban PJ (5) di dalam kamar Hotel Wismantara Jalan RM Said No.91 Kelurahan Punggawan Kecamatan Banjarsari, Solo.

Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo melalui Kapolsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana, di Solo, Sabtu (17/2), mengatakan pihaknya terkait kasus penganiayaan tersebut berhasil menangkap tersangka Dedi bin Loe Wie Wie (32), dan adiknya Iwan Winardi Loe Wie Wie (22), kedua warga Kampung Krendang RT 01 RW 07 Duri Utara Tambora Jakarta Barat kini ditahan di Mapolsek Banjarsari.

Menurut I Komang Sarjana kedua pelaku kasus penganiayaan anak di bawah umur tersebut diamankan di Hotel Wismantara Pumggaan Solo, Jumat (16/2) sore.

Selain itu, korban kini sedang dirawat di rumah sakit dan kondisinya trauma ketakutan tidak mau ketemu ibu kandungnya, Maria yang kini juga sedang dimintai keterangan di Polsek Banjarsari.

“Kami menemukan korban di dalam hotel dalam kondisi mulutnya dilakban, dan diikat kaki dan tangannya. Korban ada luka kulit mengelupas bekas terkena air panas di bagian tangan dan selengkangannya,” kata Sarjana.

Bahkan, korban juga ada bekas luka lebam di bagian muka dan tubuhnya yang diduga bekas dianiaya oleh pekaku. Kondisi anak masih trauma dan tidak mau ditemui oleh ibu kandungnya karena ketakutan sehabis disekap di hotel selama tiga hari.

Menurut Sarjana, tersangka Dedi tersebut mengaku calon suaminya ibu kandung korban. Tersangka sudah kumpul dengan ibu korban sejak delapan tahun lalu. Korban ini, anak hasil dari suami sebelumnya, sehingga diduga saat dititipi mengasuh oleh Maria, sering dianiaya oleh pelaku.

Polisi selain sedang menunggu hasil visum korban, juga menemukan sejumlah barang yang bisa dijadikan barang bukti antara lain, dua potong lakban, tali rafia warna merah yang digunakan untuk mengikat korban.

Atas perbuatan tersangka didakwa dengan Pasal 77 Jo Pasal 80 ayat (2) Undang Undang RI No.35/2014, tentang Perlindungan Anak , dengan ancaman hukuman oidana penjara paling lama lima tahun, atau denda paling banyak Rp100 juta.

Dedi mengaku dirinya bersama Maria kumpul seperti suami istri sejak delapan tahun lalu, tetapi dia sempat dibawa lari oleh laki-laki lain ke Kalimantan diajak menikah, dan mempunyai anak, BJ (korban) itu. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Muru’ah

Akibat drg Masrial Ditahan Kejari, Operasi Gratis Bibir Sumbing 40 Pasien Ini Terancam Batal

Akibat penahanan drg. Masrial, pelaksanaan operasi gratis bibir sumbing di Bengkulu terancam batal.