Polisi Ungkap Sindikat Order Fiktif Taksi Online

0
67
Layanan Taksi Online Grab (ilustrasi)

SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Kepolisian mengungkap sindikat pengemudi taksi daring Grab yang menggunakan modus order fiktif dengan memanipulasi aplikasi pemesanan untuk memperoleh keuntungan dari praktik ilegal tersebut di wilayah Jawa Tengah.

Kasubdit Ekonomi Khusus Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah AKBP Teddy Fanani di Semarang, Senin (19/3), mengatakan, seorang “hacker” dan tujuh pengemudi sebagai operator order fiktif ditangkap.

Bersama dengan komplotan itu, polisi mengamankan 213 telepon seluler yang diduga digunakan untuk menjalankan tindak pidana tersebut.

“Tujuh pengemudi ini beroperasi di Pemalang dan ditangkap oleh petugas Polres setempat,” katanya.

Sementara seorang “hacker” berinisial TN yang memiliki kemampuan memanipulasi aplikasi pemesanan dan penerima pesanan ditangkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah di Semarang.

Dalam aksinya, lanjut dia, modus yang digunakan pelaku yakni dengan menggunakan tiga aplikasi yang dimanipulasi.

Aplikasi-aplikasi yang dimanipulasi itu di antaranya aplikasi pemesanan yang dimiliki konsumen serta aplikasi penerima pesanan yang dimiliki oleh pengemudi.

“Para pengemudi ini membawa beberapa ponsel yang digunakan untuk memesan dan menerima pesanan,” katanya.

Dengan aplikasi yang dimanipulasi ini, kata dia, para pelaku bisa melakukan pemesanan fiktif yang kemudian diterima sendiri.

Dari pesanan-pesanan itu, menurut dia, terdapat mekanisme perolehan poin yang harus dibayarkan oleh Grab kepada mitra kerjanya.

“Setiap 14 poin yang diperoleh pengemudi, maka ada Rp350 ribu yang harus dibayarkan oleh Grab,” katanya.

Bonus atas poin dari order fiktif inilah yang menyebabkan kerugian bagi Grab.

Sementara untuk tersangka TN sebagai teknisi yang menjual jasa memanipulasi aplikasi, kata dia, menjual Rp250 ribu sampai Rp300 ribu per aplikasi.

Namun, menurut dia, tersangka biasa menjual satu paket telepon seluler sekaligus berisi aplikasi yang sudah dimanipulasi dengan harga bervariasi.

“Hacker” yang belum lama berdomisili di Semarang ini sempat mengiklankan diri melalui media sosial.

Atas perbuatannya, para tersangka selanjutnya dijerat dengan Undang-undang Nomor 9 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik. (Ant/SU05)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Minta Nasihat Kiai, PKS Bersilaturahim ke PWNU Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Timur melakukan silaturahmi dan meminta nasihat ke Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) setempat sekaligus membahas...

Polres Ngawi Amankan Ribuan Liter Minuman Keras

NGAWI, SERUJI.CO.ID - Petugas Polres Ngawi, Jawa Timur, mengamankan ribuan liter berbagai jenis minuman keras yang siap dijual di wilayah hukumnya hingga membahayakan masyarakat...

Polisi Tangkap Pemuda Mabuk Bawa Dua “Sajam”

BANJARMASIN, SERUJI.CO.ID - Polisi menangkap seorang pemuda berinisial MH (27) warga Desa Ambutun, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel, karena gerak-gerik...

Muhaimin Iskandar Minta Didoakan Jadi Wapres Pada 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar secara terbuka meminta didoakan para nelayan dan ibu-ibu di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara,...

Naik Sepeda Motor, Seorang Siswa SMP Tewas Tertabrak Bus

GARUT, SERUJI.CO.ID - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Limbangan menuju Bandung, tepatnya di daerah Cibedug, desa Cigagade. Tabrakan terjadi antara sepeda motor dengan bus...