Polisi Ungkap Kasus Pembuatan Sabu-Sabu

PAYAKUMUBUH, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), berhasil mengungkap kasus pembuatan narkoba sabu-sabu yang dibuat secara manual di sebuah rumah Simpang Kurnia, Kelurahan Tiakar, Payakumbuh Timur.

“Pengungkapan kasus berawal dari pengintaian yang kami lakukan sebulan terakhir, kemudian dilakukan penggerebekan serta penangkapan tersangka bernama Rino Datuak Pandak,” kata Kepala Polresta Payakumbuh, AKBP Endrastiawan didampingi Kepala Polsek Kota Payakumbuh Kompol Russirwan dalam keterangan pers di Payakumbuh, Rabu (25/4).

Dari penangkapan itu petugas berhasil menyita barang bukti sabu-sabu hasil produksi tersangka seberat 0,41 miligram.

Kini barang tersebut masih berada di Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang.

Penangkapan terhadap tersangka telah dilakukan sejak Jumat (20/4) malam sekitar pukul 22.30 WIB, namun polisi baru memberikan keterangan resmi pada Rabu (25/4).

Dikarenakan pihak kepolisian masih melakukan pengembangan serta menunggu pemeriksaan laboratorium BBPOM Padang.

Hasil pemeriksaan BBPOM akhirnya keluar pada Selasa (24/4), dan menyatakan barang 0,41 miligram milik tersangka itu positif merupakan metamfitamin (Met), yang biasa disebut sabu-sabu.

Polisi juga menangkap seorang perempuan yang bersama tersangka saat penangkapan berinisial FS (16).

Dari pemeriksaan polisi diketahui bahwa tersangka mempelajari pembuatan barang haram tersebut dari internet. Selain itu ia juga memesan bahan-bahan yang diperlukan secara dalam jaringan (daring).

Rino Datuak Pandak telah melangsungkan kegiatan membuat sabu-sabu sekitar dua tahun terakhir, terhitung sejak 2016.

Menurut Kompol Nussirwan, sabu-sabu hasil produksi tersebut dikonsumsi dirinya bersama rekannya FS.

Hasil pemeriksaan urine terhadap tersangka Rino Datuak Pandak serta FS juga positif mengandung sabu-sabu.

“Sampai sekarang belum ditemukan indikasi bahwa barang hasil produksi itu dijual tersangka, tapi itu tergantung penyidikan nanti,” katanya.

Ia menjelaskan tidak begitu banyak perbedaan antara sabu-sabu buatan tersangka, dengan sabu-sabu yang beredar. Hanya saja warnanya lebih pudar dan tidak mengkilat.

Perbuatan tersangka dijerat dengan pidana karena melanggar pasal 112, 113 ayat (1), ayat (2) Undang-undang 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara FS saat ini masih berstatus sebagai saksi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

“Duit Ostrali”

Mengarahkan Gerakan NKRI Bersyariah

Walau begitu, sekali lagi percayalah bahwa perjuangan Islam politik untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam tak akan pernah mati. Ia akan terus bermetamorfosa dan tersimpan rapi dalam memori kolektif kelompok Islam politik.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER