Polisi Tindaklanjuti Laporan Ulama Pamekasan Atas Megawati

4
2065
  • 972
    Shares
Pelaporan Megawati oleh ulama Pamekasan
Kuasa Hukum Andry Ermansyah (berbaju batik) usai mendampingi saksi pelapor (KH. Moh Ali Salim) di Polda Jatim, Selasa. (15/11/2017). (Foto: Andry)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Menindaklanjuti kasus dilaporkannya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke Polda Jawa Timur oleh ulama Pamekasan, KH. Mohammad Ali Salim. Pada Selasa (14/11), saksi pelapor dengan didampingi Penasehat Hukum Andry Ermansyah, telah dipanggil dan diperiksa Polda Jatim.

Pemeriksaan dilakukan di Unit Jatanras Polda Jatim dengan 20 pertanyaan, mulai jam 2 siang hingga jam 5 sore

“Kemarin, KH Moh Ali Salim telah diperiksa sebagai saksi oleh Polda Jatim. Dan ada kurang lebih 150 ulama se-Madura yang hadir (di Polda Jatim, red) untuk memberikan support kepada beliau,” kata Andry Ermansyah kepada SERUJI, Rabu (15/11).

Loading...

Kata Andry, selepas Magrib, polisi melanjutkan pemeriksaan terhadap 2 orang saksi lainnya yaitu Ustadz Abdul Halim dan Badarudin dari Pamekasan hingga pukul 21.30.

Sebagai penasehat hukum pelapor, Andry mengapresiasi kepada pihak Polda Jatim yang telah begitu cepat memproses dan menindaklanjuti laporan KH. Ali Salim hari Rabu (8/11) dan sudah dimulai dengan langkap penyelidikan yang dilakukan pihak penyidik Polda Jatim.

“Artinya kasus ini serius untuk ditangani polisi,” jelas Andry.

Diberitakan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh ulama yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah Pamekasan, Madura, Mohammad Ali Salim, pada Rabu (8/11).

Megawati dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian saat memberikan pidato dalam HUT PDIP ke-44 pada Januari 2017, dengan dibuktikan beberapa alat bukti berupa VCD berisi rekaman video pidatonya.

Dalam laporannya, Megawati disebut telah melanggar pasal 156 KUHP tentang menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap sesuatu atau beberapa golongan penduduk Indonesia.

Bagian pidato Megawati yang dipermasalahkan, yakni: “Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan diri mereka sebagai pembawa ‘self fulfilling propechy’, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana. Padahal, notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya.” (SU02)

loading...

4 KOMENTAR

  1. Jangan salah analisa teman… Tuntutan kyai murni krn membela kehormatan agama… Namun ada yg tepuk tangan jika Oma mega goncang dan SN terdakwa, siapakah dia? Yg satu bakal jadi ketum pdiper.. yg satunya lagi jadi ketua gol***. Nah 2 serangkai akan nakhodai kapal besar buat ke pulau pemilu dan pilpress.. selanjutnya silakan tebak sendiri. Namun satu hal mereka lupa, kita sudah melek dan sadar ukhwuah.. Insyallah goncang ganjing itu akan menjadi berkah buat kita asal selalu ingat minta pertolongan Allah, selalu berusaha dan berbuat utk mendapatkan kepatutan mendapatkan pertolongan Allah SWT..

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU