Polisi Tembak Mati Buron Bandit Pencurian Motor di Surabaya


SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menembak mati seorang buron bandit atau pelaku kejahatan yang disebut sebagai spesialis pencurian sepeda motor.

Kepala Polrestabes Surabaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sandi Nugroho, Selasa (2/7), mengungkap pelaku bernama Muhammad Tuki, usia 34 tahun, asal Sampang, Madura, Jawa Timur.

Menurut catatan kepolisian, pelaku telah melakukan pencurian sepeda motor di sedikitnya 10 tempat kejadian perkara di wilayah Kota Surabaya.

“Enam korban di antaranya telah melapor ke Polrestabes Surabaya,” ujarnya.

Salah satunya Polrestabes Surabaya menerima laporan pencurian sepeda motor Honda Vario nomor polisi S 2092 LN di Jalan Tambak Asri Gang 9 Surabaya pada sekitar pukul 18.00 WIB, Senin petang, 1 Juli kemarin.

Polisi kemudian mencegat pelaku saat mengendarai Honda Vario yang dilaporkan dicuri itu di Jalan Kenjeran Surabaya.

“Pelaku melakukan perlawanan dengan mengacungkan senjata tajam. Sudah kami beri tembakan peringatan tidak digubris. Akhirnya kami lakukan tindakan tegas terukur dengan melepaskan tembakan hingga pelaku meninggal dunia,” ucapnya.

Sandi menyebut pelaku Tuki tergolong sebagai bandit yang sadis. “Apabila korbannya melawan, dia tidak segan untuk melukai dengan senjata tajam yang selalu dibawanya,” katanya.

Tuki tidak pernah beraksi sendirian, melainkan selalu bekerja bersama komplotannya yang terdiri dari dua orang atau lebih.

“Komplotan ini biasanya melakukan perampasan sepeda motor di jalan raya, selain juga mencuri sepeda motor yang diparkir di pekarangan rumah dengan cara melakukan perusakan,” ujarnya.

Polisi menyatakan masih terus mengembangkan penyelidikan untuk menangkap anggota komplotan lainnya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Potret Pengelolaan BUMN: Prinsip GCG vs Managemen “Koncoisme”

Fenomena pengelolaan BUMN dan BUMD yang tidak mengindahkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip GCG sangat potensial membawa kerugian dan kebangkrutan terhadap perusahaan BUMN dan BUMD yang bersangkutan.

PT Semen Indonesia: Jebloknya Arus Kas Pasca Akuisisi Super Mahal Holcim

Akuisisi mestinya adalah sesuatu yang positif. Tetapi laporan keuangan terbaru SI berkata lain. Akuisisi justru menurunkan kinerja. Mengapa?

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close