Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba Malaysia

0
64
narkoba
Pengedar atau pengguna narkoba tertangkap (ilustrasi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –┬áTim Satuan Tugas (Satgas) Mabes Polri menembak mati bandar sabu-sabu asal Malaysia Lim Toh Hing alias Onglay alias Mono yang mengendalikan dan menyelundupkan narkoba di Indonesia.

“Tersangka sudah enam kali memasukkan narkoba (ke Indonesia),” kata Kepala Satgas Merah-Putih Polri Kombes Herry Heriawan, di Jakarta Senin (12/2).

Herry mengungkapkan Onglay menyelundupkan sabu-sabu melalui perusahaan impor dengan modus memasukkan ke dalam mesin cuci, kasur, dan cat.

Terakhir Onglay menyelundupkan sabu-sabu seberat 239 kilogram dan 30.000 butir ekstasi yang dimasukkan ke mesin cuci, kemudian disimpan di Gudang E-12 Kompleks Pergudangan Harapan Dadap Jaya Nomor 36 Tangerang, Banten pada 8 Februari 2018.

Selain Onglay, petugas juga meringkus Joni alias Marvin Tandiono dan Andi alias Aket di sekitar pergudangan dan Jalan Raya Perancis Dadap Tangerang, Banten.

Kepada petugas, Andi mengaku diperintahkan seorang penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jakarta bernama Irawan alias Alun untuk membongkar mesin cuci yang terdapat sabu-sabu.

Berdasarkan pengakuan Andi dkk, polisi menerima informasi Onglay akan tiba di Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang pada Jumay (9/2) dini hari.

Petugas meringkus Onglay di Terminal 3 Kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kemudian dilakukan pengembangan.

Herry menuturkan tersangka Onglay berusaha merebut senjata api, sehingga petugas melepaskan tembakan peringatan hingga dilakukan tindakan tegas dan terukur yang menyebabkan pengendali narkoba itu tewas.

Herry menyatakan Onglay telah beberapa kali mengirimkan sabu-sabu melalui PT LMAP Bandung Jawa Barat menggunakan kontainer ke Bekasi.

Para tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 Ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun. (Ant/SU03)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama