Polisi Tangkap Pelaku Pengoplos Minuman Kesehatan

SIDOARJO, SERUJI.CO.ID – Petugas Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Sidoarjo Jawa Timur, berhasil menangkap seorang pelaku yang diduga sebagai pengoplos minuman kesehatan untuk menambah keperkasaan pembelinya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo Kompol M Harris, Selasa (5/6) mengatakan, dalam ungkap kasus ini ada seorang pelaku yang berhasil ditangkap dan dijadikan tersangka yang berinisial P warga Waru, Sidoarjo.

“Dalam melakukan aksinya ini, pelaku mencampur berbagai bahan termasuk di antaranya adalah mencampurkan arak dan juga tangkur atau alat kelamin buaya sebagai bahan campuran supaya korbannya ini menjadi perkasa,” katanya saat temu media di Sidoarjo.

Ia menjelaskan, modus operandi yang dilakukan oleh pelaku ini berpura-pura menjual jamu kesehatan, tetapi dalam praktiknya malah mencampurkan arak sebagai salah satu bahan utamanya.

“Pelaku ini akan di jerat dengan pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan atau pasal 204 KUHP Pidana, dan atau pasal 142 UU RI nomor 18 tahun 2012 dengan ancaman hukuman selama-lamanya 15 tahun kurungan penjara,” ucapnya.

Ia mengatakan, dari pengakuan pelaku ini sudah melakukan perbuatannya selama dua tahun dan jamu hasil oplosannya dikemas dalam botol plastik dua ukuran.

“Untuk ukuran 600 mililiter dijual Rp30 ribu per botol. Sedangkan yang berukuran 1,5 liter dijual per botolnya Rp70 ribu dimana dalam satu bulan mampu menjual 13 dus yang berukuran kecil senilai Rp9 juta, sementara yang berukuran besar senilai Rp13 juta,” katanya.

Ia mengatakan, atas kasus ini petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti di antaranya 13 kardus berisi botol ukuran 600 mililiter, 10 botol ukuran 1,5 liter, dua batang tangkur buaya.

“Dalam ungkap kasus ini, kami juga berhasil menyita puluhan minuman keras berbagai merek yang diduga sudah dioplos, dari berbagai wilayah di Sidoarjo seperti dari Sukodono dan juga dari Krembung Sidoarjo,” katanya.  (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Indonesia Darurat Keadilan