Polisi Tangkap Nelayan Madura Karena Gunakan Bom

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Korps Polisi Air dan Udara Badan Pemeliharaan Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Kor Polairud Baharkam Polri) menangkap empat orang nelayan asal Pulau Madura, Jawa Timur, karena melakukan aktivitas menangkap ikat menggunakan bom.

Keempat nelayan tersebut masing-masing berinisial Ju (41), De (31), Sa (70), dan Ak (62), semuanya warga Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Mereka kami tangkap saat sedang mencari ikan menggunakan bahan peledak jenis bom rakitan di perairan dekat Pulau Gili Raja, Kabupaten Sumenep. Kebetulan saat itu kami sedang berpatroli di perairan itu,” ujar Komandan Kapal Polisi (KP) Enggang 4016 Korpolarud Baharkam Polri Ajun Komisaris Polisi Arya Fitri Kurniawan kepada wartawan di Surabaya, Kamis (19/4) malam.

Keempat nelayan ini mencari ikan berama-sama di atas satu kapal motor nelayan berlabel “Mutiara Lombok”.

Arya merinci bahan peledak yang digunakan adalah serbuk mesiu yang dimasukkan ke dalam sebuah botol, lalu dihubungkan menggunakan kabel listrik ke sebuah transformator, yang kemudian dialiri listrik dari generator set.

“Itu daya ledaknya lumayan besar. Sekali diledakkan di dalam laut, mereka mampu menghasilkan 30 kilogram ikan,” katanya.

Saat penangkapan, polisi mengamankan barang bukti satu ons serbuk mesiu, tiga botol kecil yang belum diisi mesiu, kabel sepanjang 2 meter, dua set transformator, serta sebuah generator set merek Daiho.

Puluhan kilogram ikan hasil tangkapannya juga diamankan sebagai barang bukti.

Proses hukumnya kini telah dilimpahkan ke Direktorat Polisi Air Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Nelayan berinisial Ju berdalih mayoritas nelayan di desanya kerap menangkap ikan menggunakan bahan peledak jenis ini.

“Kalau menggunakan jaring, melaut sehari semalam hanya mendapatkan ikan paling banyak 15 kilogram. Kalau pakai bom ini, kami bisa dapat ikan 100 kilogram sehari,” ucapnya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER