Polisi Tangkap Dua Tersangka Lagi Terkait Penganiayaan Supporter

SOLO, SERUJI.CO.ID – Tim penyidik Polres Kota Surakarta, Jawa Tengah, kembali berhasil menangkap dua tersangka terkait kasus penganiayaan terhadap suporter Persebaya, Mico Pratama (17), warga Surabaya meninggal dunia di rumah sakit di Solo.

“Kami berhasil penangkap tersangka lain, yakni berinisial St (16) warga Banyuanyar, Banjarsari dan Dz (16) warga Kadipiro, Banjarsari, sehingga sekarang ada empat tersangka yang diperiksa,” kata Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, di Solo, Kamis (19/4).

Menurut Kapolres, keduanya masih di bawah umur dan masih duduk di bangku SMP di Solo kelas VII, dan diamankan di rumah masing-masing, pada Rabu (18/4).

“Kami mengamankan empat tersangka dan kami sedang meminta keterangan lima orang menjadi saksi,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres, dari keterangan kedua tersangka tersebut memiliki peran yang berbeda.

Tersangka St melempar batu dan merekam aksi kejadian yang dilakukan oleh teman-temannya dengan menggunakan telepon selulernya.

Dia kemudian mengunggah ke media sosial facebook dan youtube.

Tersangka lainnya, yakni Dz melakukan pelemparan batu dan memukul dengan bambu ukuran 2,5 meter.

Kedua tersangka yang baru ini akan dikenai dengan Pasal 80 ayat (3) Undang Undang RI No.35/2014 tentang UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Polres Kota Surakarta, Jawa Tengah sebelumnya berhasil mengungkap penganiayaan yang menyebabkan seorang suporter Persebaya (bonek) meninggal dunia dengan menangkap dua tersangka.

Dua pelaku yang berhasil ditangkap adalah Map (17) warga Karanganyar dan Aks (23) warga Solo.

Menurut Kapolres Kombes Pol Ribut Hari Wibowo polisi menangkap dua pelaku ini, di rumahnya, pada Senin (16/4) malam.

Dua pelaku ini, diduga kuat melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban Mico meninggal dunia di rumah sakit.

Kapolres mengatakan berawal dari penyelidikan di tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi dan menelusuri rekaman video kejadian penganiayaan yang beredar, yang kemudian dalam waktu tidak terlalu lama berhasil menangkap dua pelaku.

Polisi hingga sekarang masih mengejar pelaku lainnya yang diduga terlibat kasus penganiayaan, karena berdasarkan pemeriksaan dua pelaku mengaku saat melakukan aksinya secara bersama-sama dengan rombongannya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close