Polisi Tangkap Delapan Tersangka Kasus Kayu Ilegal

PONOROGO, SERUJI.CO.ID – Aparat Polres Ponorogo, Jawa Timur bersama petugas Perum Perhutani mengungkap kasus kayu sono ilegal dengan mengamankan delapan tersangka dan menyita sejumlah barang bukti.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Budi Darmawan di Ponorogo, Rabu (23/5) malam mengatakan pengungkapan kasus kayu ilegal tersebut dilakukan tim gabungan tim Operasional (Opsnal) Satuan Reskrim Polres Ponorogo bersama petugas Perum Perhutani.

“Anggota Opsnal Satreskrim Polres Ponorogo bersama petugas Perum Perhutani Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bondrang, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun mengamankan delapan tersangka,” jelasnya.

Dia mengungkapkan kronologi pengungkapan kasus kayu ilegal tersebut, berawal dari informasi dari masyarakat tentang adanya pengangkutan kayu ilegal.

“Dari informasi tersebut, anggota Opsnal dan anggota Perhutani melakukan patroli. Saat di jalan raya jurusan Ponorogo-Trenggalek, tepatnya di Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo mendapati truk nomor polisi AE-8986-ND sedang mengangkut kayu sono,” ujarnya.

Petugas kemudian menghentikan truk yang dikemudikan Paman dan kernet Misno keduanya warga Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel, Ponorogo yang pengangkut kayu sono. Kedua tersangka tidak bisa menunjukkan Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH).

Kepada petugas, kedua tersangka mengaku mendapatkan kayu yang diangkut dari Paito warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dan Soimin warga Desa Pangkal.

Dari hasil interogasi para tersangka, lanjutnya, petugas akhirnya mengamankan empat tersangka lain. Yaitu, Katemun, Tubari, Suminto (45) dan Tubari warga Desa Pangkal.

Para tersangka, kata dia, saling membantu dalam pengambilan kayu dari kawasan hutan lindung di Desa Pangkal.

Petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, sembilan batang kayu sono berbagai ukuran, sebuah telepon genggam, truk pengangkut kayu dan gergaji. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo Subianto, “What Is To Be Done”: Catatan atas Pidato Prabowo

Pidato Prabowo Subianto menggelegar di bumi nusantara kemarin malam. Jutaan atau puluhan juta menyaksikan pidato visi-misi tersebut. Dari sisi pidato, Prabowo luar biasa, mampu sebagai "singa podium", yang menjelaskan pikiran-pikirannya seolah berinteraksi dengan suasana audiens dan seolah tanpa teks.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER