Polisi Tangkap Buruh Penyimpan Tujuh Paket Sabu

JAMBI, SERUJI.CO.ID – Anggota Opsnal Satnarkoba Polresta Jambi menangkap seorang buruh yang diduga beraksi sebagai pengedar narkoba jenis sabu-sabu dengan barang bukti tujuh paket kecil siap edar.

Penangkapan pelaku bernama Arbain (30) warga Sijenjang Kecamatan Jambi Timur dilakukan setelah polisi menerima laporan warga atas aktivitas pelaku yang juga mengedarkan sabu-sabu kepada warga setempat, kata Humas Polresta Jambi, Brigadir Polisi Alamsyah Amir, di Jambi Jumat (20/4).

Penangkapan itu dilakukan pada Selasa (17/4) sekira pukul 15.00 WIB, yang mana anggota Opsnal Satnarkoba Polresta Jambi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa didaerah itu sering terjadi transaksi atau penyalahgunaan narkotika.

Setelah dikembangkan dan diselidiki, akhirnya anggota berhasil menemukan siapa pelaku yang sekira pukul 16.00 WIB, anggota mencurigai ada satu orang laki-laki yang berada di pinggir jalan.

Alamsyah mengatakan, melihat hal tersebut kemudian anggota opsnal mengamankan laki-laki tersebut. Pada saat ditanya mengaku bernama Arbain alias Iin dan setelah itu anggota melakukan penggeledahan bagian badan laki-laki tersebut berhasil ditemukan dua paket yg diduga narkotika jenis sabu, tepatnya di kantong celana sebelah kiri.

Pada saat ditanya mengakui barang bukti narkotika jenis sabu yang ditemukam tersebut adalah miliknya dan kemudian anggota opsnal melakukan pengembangan dengan mendatangi rumah terlapor sesampai dirumah terlapor anggota opsnal melakukan penggeledahan dan berhasil menenmukan lagi lima paket narkotika jenis sabu di dalam kotak rokok yang disimpan dalam lemari kamar pelaku.

Selanjutnya pelaku Arbain dan barang bukti dibawa ke Satnarkoba Polresta Jambi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 114 ayat (1), 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009.

Barang bukti yang diamankan polisi saat ini ada tujuh paket kecil yang diduga narkotika jenis sabu atau seberat 0,50 gram, satu buah kotak rokok, satu plastik klip bening ukuran kecil dan satu unit telepon genggam. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Corpopreneur Yes! Entrepreneur No!

Kita tidak butuh lagi peningkatan jumlah atau persentase entrepreneur. Yang dibutuhkan adalah bagaimana membesarkan perusahaan-perusahaan gurem itu menjadi perusahaan perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan prinsipal yang karyawannya puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER