Polisi Surabaya Ungkap Peredaran Miliaran Uang Palsu

0
21
Uang palsu
Ilustrasi uang palsu

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Jajaran Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengungkap peredaran uang palsu senilai miliaran dalam bentuk mata uang rupiah dan dolar Singapura.

“Anggota kami di Kepolisian Sektor Karangpilang Surabaya menggagalkan transaksi uang palsu oleh sejumlah pelaku di depan SPBU Kedurus Surabaya, setelah mendapat informasi dari masyarakat,” ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan kepada wartawan di Surabaya, Selasa (27/3).

Dari penangkapan di depan SPBU Kedurus itu, polisi mengembangkan penyelidikan hingga akhirnya seluruhnya mengamankan 11 orang pelaku yang semuanya telah ditetapkan sebagai tersangka. 11 tersangka tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Rudi memaparkan, sebagian besar pelaku berasal dari Jawa Timur, dua di antaranya dari Lamongan, masing-masing berinisial SH (47) dan BH (32), dua pelaku asal Jember yaitu KW (57) dan AS(38), dua pelaku asal Situbondo yaitu HS (55) dan S (70).

Selain itu, dua pelaku berasal dari Madiun yaitu MJ (50) dan SR (49), serta masing-masing seorang pelaku asal Jombang berinisial RS (43) dan asal Ngawi berinisial SY (53). Seorang pelaku lagi diketahui sebagai ibu rumah tangga berinisial SN (35) asal Klaten, Jawa Tengah.

“Barang bukti uang palsu kami amankan dari masing-masing 11 tersangka. Totalnya adalah pecahan 100 ribu dalam bentuk rupiah senilai Rp91,6 juta, serta pecahan 10 ribu dolar Singapura yang kalau dirupiahkan seluruhnya mencapai Rp2,5 milar,” ucap Rudi.

Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Selatan ini menambahkan, selain 11 tersangka yang telah diamankan, pihaknya telah mengantongi dua nama pelaku lainnya yang hingga kini masih dalam pengejaran.

Masing-masing berinisial ER, asal Sukoharjo, Jawa Tengah, serta AGS yang tempat tinggalnya dinyatakan tidak tetap. Rudi memastikan keduanya telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Polisi masih mengembangkan penyelidikan perkara ini. “Karena 11 tersangka ini, termasuk dua lainnya yang masih DPO, semuanya berperan sebagai pengedar. Masih sedang kami kembangkan penyelidikan untuk mengetahui di mana uang palsu ini diproduksi, serta kemungkinan uang palsu dari jaringan ini yang telah beredar di masyarakat,” katanya.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

PKPU Human Initiative Respon Gempa Banjarnegara

BANJARNEGARA, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan hampir mencapai 4,4 SR yang mengguncang wilayah Pekalongan dan Banjarnegara pada Rabu (18/4) lalu, telah berdampak cukup serius terhadap warga...

Vonis 15 Tahun Penjara Setnov, Ini Tanggapak JK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi vonis terhadap mantan ketua DPR yang juga politikus Partai Golkar Setya Novanto terkait kasus korupsi proyek...
Jembatan Ujung Galuh

Sebelum Diserahkan ke Pemkot Surabaya, Jembatan Ujung Galuh Diuji Kekuatan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Jembatan Ujung Galuh, yang menghubugkan Jalan Ngangel dengan Jalan Darmokali, Surabaya menjalani uji coba kelayakan kekuatan beban dengan menggunakan sejumlah truk...

Terkait Pilpres 2019, Ini Keputusan JK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan dirinya ingin istirahat dari pencalonan presiden maupun wakil presiden pada Pilpres 2019. "Seperti yang sering saya katakan,...

Satgas Temukan Ladang Ganja di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID - Satuan Tugas Yonif 121/Macan Kumbang menemukan ladang ganja seluas setengah hektare di Kampung Kalilapar, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, perbatasan RI-Papua Nugini. "Penemuan...