Polisi Sukabumi Ungkap Penyebab Kematian Tujuh Korban Miras Oplosan

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID – Polres Sukabumi, Jawa Barat mengungkap penyebab kematian tujuh warga setelah mengkonsumsi minuman keras oplosan beberapa hari lalu di wilayah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

“Dari hasil pengungkapan ini, diduga kematian tujuh warga dan puluhan lainnya keracunan minuman keras oplosan ini dikarenakan penggunaan bahan kimia berbahaya seperti thiner, biang whiskey dan minuman ringan,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi di Sukabumi, Rabu (11/4).

Menurutnya, kasus ini terungkap setelah pihaknya menggerebek rumah yang dijadikan tempat meracik dan penjualan minuman keras oplosan. Di lokasi tersebut polisi menyita satu jeriken thiner, biang whiskey dan minuman ringan yang diduga menjadi bahan utama pembuatan minuman haram tersebut.

Bahan baku tersebut diduga dicampur pengoplos untuk dijadikan minuman keras oplosan. Tentunya cairan kimia tersebut tidak layak dikonsumsi karena beracun.

Selain itu, pihaknya juga sudah menangkap empat peracik minuman keras oplosan yang dikonsumsi tujuh korban tewas itu yakni Romi Suhardi, Hermansyah alias Ucok, Rio Perdinan alias Rio, Gensi Sinokhadi alias Bento.

“Kami juga masih memburu beberapa tersangka lainnya yang terlibat pada kasus peracikan minuman keras oplosan tersebut yakni B dan A,” tambahnya.

Nasriadi mengatakan peranan tersangka berbeda-beda pada kasus ini yakni ada yang sebagai peracik, penyedia bahan baku dan ada juga yang menjadi penjual.

Polisi juga saat ini masih menelusuri dari mana bahan baku pembuatan minuman keras oplosan tersebut didapat para tersangka. Lanjut dia, dalam penjualan minuman keras oplosan ini tersangka menjualnya secara sembunyi-sembunyi.

“Kami jerat tersangka dengan pasal berlapis yakni Undang-Undang tentang Kesehatan, UU Perlindungan Konsumen dan KUHP,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Wartawan Dalam Lingkaran Elite Kekuasaan