Polisi Sita Ratusan Produk Kosmetik dan Obat Ilegal

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Sektor Ukui, Resor Pelalawan, Provinsi Riau, menyita ratusan produk kosmetik dan obat-obatan tanpa izin edar dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di salah satu apotek.

“Total sebanyak 650 produk kosmetik dan obat-obatan dijual tanpa izin edar. Mayoritas berasal dari China,” kata Kepala Polsek Ukui AKP Amriadi di Pekanbaru, Jumat (4/5).

Ia merincikan, dari ratusan produk yang disita tersebut, sebagian besar produk kosmetik yang diduga merupakan produk impor dan nihil dari pemeriksaan lembaga berwenang BBPOM.

Selain komsmetik, dia mengatakan jajarannya turut menyita beragam produk obat yang dipercaya sebagai obat kuat atau penambah vitalitas yang seluruhnya juga tanpa dilengkapi izin edar.

Amri menuturkan bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil tindak lanjut jajarannya yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Ukui Ipda Anra Nosa setelah menerima informasi dari masyarakat medio pekan ini.

“Awalnya kami mendapat informasi ada seperti kecurigaan warga yang melihat sebuah apotek di Jalan Lintas Timur Ukui banyak menjual produk luar,” ujarnya.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan dari hasil penggerebekan jajarannya menemukan ratusan produk obat kosmetik ilegal pada apotek tersebut.

Selain menyita produk-produk tersebut, Amri juga mengatakan jajarannya turut menggiring penanggung jawab apotek berinisial RZ untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sementara itu, dia menuturkan penjualan produk yang tidak dilengkapi izin edar berpotensi melanggar Pasal 8 ayat (1) huruf a, g, dan huruf j Jo Pasal 62 ayat (1) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen atau Pasal 106 ayat (1) Jo Pasal 1 ayat (4) Jo pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bantahan Survei Kompas, Filsafat Ilmu dan Kisah Angsa Hitam

Cara saya berterima kasih kepada Kompas justru memujinya ketika benar dan mengkritiknya ketika salah. Dan saya berkesimpulan dengan ilmu yang saya pelajari, Kompas telah salah menarik kesimpulan dalam publikasi surveinya di bulan Maret 2019.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER