Polisi Selidiki Toko Kimia Pemasok Alkohol di Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menyelidiki sebuah toko kimia di Jalan Kapas Krampung Surabaya karena menyuplai alkohol 95 persen kepada peracik dan penjual minuman keras mematikan.

“Salah seorang peracik minuman keras mematikan yang telah kami tetapkan tersangka mengaku membeli bahan alkohol 95 persen dari toko kimia di Jalan Kapas Krampung Surabaya ini,” ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan kepada wartawan di Surabaya, Kamis (26/4).

Alkohol kadar 95 persen dari toko kimia itu kemudian diracik hanya dengan dicampur air sulingan, dengan perbandingan 1 : 5. Kemudian dikemas ke dalam botol plastik bekas air mineral berukuran 600 mililiter, yang dijual seharga Rp25 ribu, serta 1.500 mililiter yang dijual seharga Rp50 liter.

Menurut Rudi, penyelidikan terhadap toko kimia penyuplai alkohol untuk bahan minuman keras mematikan di Jalan Kapas Krampung Surabaya itu berlangsung sejak hari Selasa (25/4) kemarin. Polisi memasang garis polisi di toko kimia itu.

“Tiga orang dari toko kimia sampai hari ini masih menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya, sedangkan tokonya kami pasang garis polisi. Statusnya masih sebagai saksi. Kami belum tetapkan tersangka,” ucapnya.

Tercatat sedikitnya 18 warga Kota Surabaya sampai hari ini dilaporkan meninggal dunia selama sepekan terakhir akibat mengonsumsi minuman keras mematikan.

Namun Kombes Pol Rudi Setiawan baru memastikan hanya tiga korban warga asal Pacar Keling Surabaya yang dinyatakan postif tewas akibat mengonsumsi minuman keras mematikan.

Belasan korban tewas diperoleh dari data di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo dan RSUD Dr Soewandi Surabaya.

“Kami masih mengkroscek data-data tersebut,” ucap Rudi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana

Karena itu, term NKRI Bersyariah, itu sejatinya bid’ah; tidak ada presedennya dalam sejarah Islam alias mengada-ada. Sesuatu yang bid’ah semestinya dijauhi oleh para pengikut Rasulullah Saw. Apalagi jika istilah ini diniatkan untuk hajat politik yang pragmatis.

Wanita Muda Kaki Sering Kesemutan dan Perut Bagian Bawah Sakit, Gejala Apa?

Dokter, sudah 4 hari ini kaki saya terasa kebas dan gampang kesemutan. Juga perut saya bagian bawah terasa sakit. Kira-kira sakit apa ya dok?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER