Polisi Ringkus Pelaku Pengeroyokan di Papua


JAYAPURA, SERUJI.CO.ID – Aparat kepolisian menangkap tiga pelaku pengeroyokan hingga menewaskan Dani Subi (38), warga Tanah Hitam, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, di dua lokasi berbeda yakni di RSUD Youwari Sentani dan Waena.

Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas kepada Antara, di Jayapura, Sabtu (12/5), menyebut ketiga pelaku tindak pidana kejahatan yang ditangkap pada Jumat (11/6) itu yakni yakni A (17), MW (19) dan I (30).

Tindak pidana itu terjadi pada Kamis (10/5) siang, dimana ketiga pemuda yang sempat terlibat pertikaian dengan korban dan adiknya Hasmi yang kini masih dirawat intensif di RSUD Abepura itu, langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor, sesaat setelah kejadian.

Awalnya mereka melakukan pengrusakan terhadap barang dagangan yang ada di dalam kios korban, menggunakan senjata tajam yang dibawanya.

Melihat barang dagangannya dirusak, korban yang tidak terima kemudian mengambil senjata tajam di dalam rumah dan menantang para pelaku, sehingga para pelaku yang sebelumnya sudah naik sepeda motor kemudian turun dan mengejar korban hingga menyebabkan kedua korban mengalami luka serius.

Usai melakukan aksi tersebut, para pelaku melarikan diri menggunakan satu sepeda motor, sehingga sepeda motor yang tertinggal dibakar massa.

“Saat tiba di perempatan Tanah Hitam, salah seorang pelaku sempat merampas sepeda motor milik warga dan membawa kabur,” kata AKBP Urbinas.

Mantan Kapolres Jayapura itu mengatakan saat ditangkap ketiganya tidak melakukan perlawanan dan polisi berhasil menyita senjata tajam yang digunakan.

Kini, kasusnya sedang didalami untuk mengetahui penyebab ketiga pelaku melakukan pengrusakan hingga berkembang menjadi tindak pidana lainnya yang menyebabkan seorang tewas dan seorang lainnya kritis. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close