Polisi Ringkus Dua Pembobol ATM di Semarang

SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Dua pelaku pencurian bermodus membobol kartu ATM milik korbannya diringkus setelah beraksi di salah satu mesin ATM Banyimanik, Kota Semarang.

Kapolsek Banyumanik Kompol Retno Yuli di Semarang, Rabu (16/5), mengatakan, kedua pelaku ditangkap korbannya bersama warga yang mengintai pelaku saat beraksi.

Kedua pelaku yang ditangkap masing-masing Susilo Hadi Hwrmansyah (53) dan Muhammad Hamdi Ikrom (24) warga Jember, Jawa Timur.

Menurut dia, pengungkapan tindak pidana tersebut berawal ketika pelaku menjebak korbannya yang diketahui bernama Ratno (59) warga Banguntapan, Bantul.

“Pelaku menempelkan plastik di slot kartu ATM di salah satu mesin yang ada di SPBU Sumurboto,” katanya.

Ia menjelaskan korban yang akan mengambil uang di mesin ATM itu kebingungan karena tidak bisa melakukan transaksi dan kartunya tertelan.

Pelaku, lanjut dia, kemudian datang dengan berpura-pura ingin membantu.

“Karena kartunya tertelan, korban kemudian pergi,” katanya.

Jebakan yang dilakukan kedua pelaku berhasil sehingga mereka menguras uang yang ada di ATM korban sebesar Rp26 juta yang selanjutnya ditransfer ke rekening mereka.

Menurut dia, pelaku tidak sadar aksinya diawasi oleh korban yang meminta bantuan warga sekitar.

Keduanya kemudian diringkus oleh warga dengan barang bukti yang berhasil diamankan antara lain sebuah mobil, potingan plastik mika, obeng serta lem. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo Subianto, “What Is To Be Done”: Catatan atas Pidato Prabowo

Pidato Prabowo Subianto menggelegar di bumi nusantara kemarin malam. Jutaan atau puluhan juta menyaksikan pidato visi-misi tersebut. Dari sisi pidato, Prabowo luar biasa, mampu sebagai "singa podium", yang menjelaskan pikiran-pikirannya seolah berinteraksi dengan suasana audiens dan seolah tanpa teks.

Politisi Kampungan

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER