Polisi Riau Tangkap Tahanan Lapas Kerap Transaksi Narkoba

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Indragiri Hilir, Provinsi Riau menangkap seorang tahanan lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Tembilahan diduga masih kerap bertransaksi sabu-sabu.

Kepala Satres Narkoba Polres Indragiri Hilir, AKP Bachtiar di Pekanbaru, Selasa (24/4) mengatakan tersangka berinisial Ar tersebut ditangkap setelah pihaknya terlebih dahulu menangkap jaringannya seorang perempuan berinisial MY.

“Ar itu merupakan terpidana kasus narkotika yang baru menjalani hukuman dua tahun dari total 12 tahun penjara,” ata Bachtiar.

Dari tangan Ar, pria berusia 42 tahun itu, dia mengatakan polisi turut menyita satu unit ponsel yang berisi percakapan pemesanan narkoba sabu-sabu dengan tersangka MY.

Lebih jauh, Bachtiar mengatakan pengungkapan yang dilakukan pada Senin (23/4) kemarin (23/4), berawal dari informasi masyarakat akan ulah MY, wanita berusia 39 tahun yang diketahui masih sering bertransaksi naroba di Kota Tembilahan.

Padahal MY sendiri merupakan residivis kasus narkotika yang baru saja ke luar dari hotel prodeo pada September 2017 lalu. Informasi itu diselidiki polisi. Hasilnya, MY berhasil ditangkap di sebuah rumah di Kota Tembilahan dengan barang bukti dua ons sabu-sabu.

“Dari tangan tersangka MY kita menyita 192,45 gram sabu-sabu atau senilai Rp160 juta,” ujarnya.

Kepada Polisi, MY mengaku mendapat barang haram itu dari seorang warga Kota Pekanbaru yang saat ini dalam pengejaran. Selain itu, MY juga mengaku bahwa sabu-sabu tersebut merupakan pesanan dari tahanan Klas IIA Tembilahan berinisial Ar.

“Ar ditangkap selang dua jam pascapenangkapan MY. Keduanya kita bawa ke Mapolres untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,” tuturnya.

Kasus tahanan atau narapidana yang terlibat maupun sebagai pengendali narkoba di Indragiri Hilir bukan kali ini terjadi dan diungkap polisi. Pekan lalu, sebanyak tiga narapidana Lapas Klas II A Tembilahan, tertangkap menyimpan narkoba jenis sabu-sabu.

Tiga napi ini sekaligus terjaring dalam razia rutin di kamar-kamar napi Lapas Kelas II A Tembilahan, yaitu NSA (26), DS (35), dan Sur (23). (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER