Polisi Razia Balon Udara Tanpa Awak

PONOROGO, SERUJI.CO.ID – Petugas gabungan dari Polres Ponorogo bersama TNI AD (Kodim Ponorogo) dan TNI AU (Pangkalan Udara Lanud Iswahjudi Magetan) merazia balon udara tanpa awak di wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Ahad (17/6).

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant menegaskan kegiatan menerbangkan balon udara sangat berbahaya bagi dunia penerbangan.

“Kegiatan menerbangkan balon udara sangat berbahaya bagi penerbangan. Tetapi masyarakat masih juga menerbangkan balon udara,” kata Kapolres Radiant.

Untuk mencegah masyarakat Ponorogo tidak menerbangkan balon udara, kata Radiant, maka petugas melakukan penertiban di seluruh wilayah Ponorogo.

Kegiatan razia balon udara di wilayah Ponorogo dibagi menjadi empat zona, yaitu zona barat, timur, utara, dan selatan.

Zona barat dipimpin Kasat Sabhara AKP Harianto berhasil mengamankan 10 balon udara yang belum sempat diterbangkan. Zona timur dipimpin Kasat Reskrim AKP Rudi Darmawan mengamankan 10 balon udara.

Sedangkan zona utara dipimpin Kasat Narkoba AKP Supardi mengamankan empat balon udara, dan zona selatan dipimpin Kasat Intel AKP Paidi berhasil mengamankan enam balon udara.

Untuk diketahui, setiap perayaan Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Ponorogo memiliki tradisi menerbangkan balon udara.

Hal tersebut dianggap bisa membahayakan penerbangan sehingga selama beberapa tahun terakhir aparat gencar memberikan sosialisasi tentang bahaya balon udara bagi dunia penerbangan dan menertibkannya. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER