Polisi Pulihkan Psikologis Lima Siswa Korban Sodomi

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Sektor Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau terus melakukan pendampingan dan berupaya memulihkan dampak psikologis lima siswa Sekolah Dasar yang menjadi korban sodomi seorang pemuda berinisial M.

“Korban karena masih anak-anak, masih ada ketakutan. Terutama ke tersangka karena (tindakan) kekerasannya,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Ukui, Ipda Anra Nosa di Pekanbaru, Kamis (12/4).

Meski begitu, dia mengatakan ke lima siswa kelas IV dan V salah satu SD di Kecamatan Ukui tersebut masih tetap sekolah seperti biasa. Pihaknya juga terus memantau perkembangan psikologis ke lima bocah laki-laki tersebut.

“Anak-anak masih sekolah seperti biasa. Polsek juga masih terus memantau perkembangan dan kondisi mereka,” ujarnya.

Kasus sodomi lima siswa SD tersebut diungkap oleh jajaran Polsek Ukui pada Senin awal pekan ini (9/4). Kasus itu terungkap setelah salah satu teman korban melaporkan kejadian itu ke guru mereka.

Baca juga: Polres Pelalawan Ringkus Pemuda Sodomi Lima Siswa

Pihak sekolah kemudian menanyakan kebenaran tersebut ke salah satu korban, dengan turut mengundang orang tua korban. Hasil dari pengakuan korban, dirinya bukan merupakan korban pertama, karena terdapat sejumlah siswa lainnya yang menjadi aksi bejat M, pemuda 22 tahun yang kini ditetapkan sebagai tersangka.

“Jadi seluruhnya ada lima siswa yang menjadi korban tersangka M,” tuturnya.

Ia menjelaskan, aksi tersebut dilakukan M saat siswa-siswa SD tak berdosa tersebut mandi di kanal galian kampung mereka. Tersangka yang setiap hari selalu memperhatikan korban kemudian memanggil satu persatu bocah itu untuk melayani nafsu abnormalnya tersebut. Tersangka tidak sungkan mengancam untuk memukuli jika menolak atau melaporkan ke orang tuanya.

Aksi yang telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir tersebut kemudian terungkap oleh pengakuan polos salah satu teman korban.

Lebih jauh, Ipda Anra menjelaskan jika pihaknya menyerahkan penanganan kasus tersebut ke Polres Pelalawan atas permintaan Kapolres AKBP Kaswandi.

“Saat ini ditangani oleh unit Perlindunga Perempuan dan Anak Polres Pelalawan karena kasus ini menjadi atensi Kapolres,” ujarnya.

Terpisah, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Provinsi Riau menyatakan akan segera membantu proses pemulihan psikologis para korban. Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPAI Riau, Nanda Pratama kepada Antara mengatakan bahwa kasus sodomi harus segera ditangani untuk memulihkan kondisi korban.

“Biasanya dalam kasus seperti ini, korban berpotensi menjadi pelaku di masa mendatang. Untuk itu, kita harus segera mungkin dapat melakukan pendampingan dan berupaya memulihkan psikologis korban,” kata Nanda mewakili Ketua LPAI Riau, Ester Yuliani.

Ia menjelaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan tim Psikologi LPAI Riau dan Polres Pelalawan serta Polsek Ukui untuk melakukan pendampingan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bersama Prabowo-Sandi Wujudkan Pengelolaan Hutan Berbasis Keseimbangan Alam

Hutan hujan merupakan kunci dari perubahan iklim di dunia. Luas hutan hujan hanya 2% dari total luas daratan yang terbentang di Kongo, Indonesia dan Amazon. Kondisi ketiga wilayah hutan hujan tersebut saat ini cukup parah, sehingga diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim dan meningkatnya jumlah bencana berkali lipat.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.