Polisi Proses Kasus Ujaran Kebencian Pilkada Garut

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Garut masih memproses laporan kasus ujaran kebencian di media sosial facebook oleh salah seorang yang diduga mengarahkan kebenciannya kepada pasangan nomor urut dua peserta Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Kami sudah tindaklanjuti kasusnya,” kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan, di Garut, Senin (16/4).

Ia menuturkan, kasus tersebut sudau dilaporkan langsung ke Polres Garut oleh tim sukses pasangan calon bupati Garut nomor urut 2, Iman Ali Rahman-Dedi Hasan.

Laporannya, kata dia, sudah diproses dan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Pilkada Garut.

“Proses sudah berjalan dilimpahkan ke Gakumdu, kita sinergis dengan Gakumdu,” katanya.

Ia menyampaikan, kepolisian terus berupaya menjaga agar pelaksanaan Pilkada Garut tetap aman, tertib, dan damai.

Dia mengimbau, semua pihak yang terlibat dalam pesta demokrasi untuk tidak melakukan tindakan pelanggaran hukum seperti praktik politik uang.

“Harus diantisipasi kaitannya dengan ‘money politics’, semua diimbau untuk menjaga jalannya pilkada,” katanya.

Ia menambahkan, polisi juga terus menjalin komunikasi dengan seluruh peserta Pilkada Garut maupun para tim suksesnya agar tahapan pilkada tetap berjalan damai.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya membangun kebersamaan dengan mengajak diskusi sambil makan bersama dengan seluruh peserta Pilkada Garut.

“Kami kumpulkan agar bisa membuka hati agar lebih bijak,” katanya lagi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.