Polisi Papua Nugini Tangkap WNI Bawa Ganja

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID – Polisi Papua Nugini (PNG) menangkap YT, Warga Negara Indonesia (WNI) yang membawa ganja saat berada di Wutung, wilayah PNG yang berbatasan langsung dengan Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, menggunakan kartu pass lintas batas.

“Memang betul ada WNI asal Nafri, Kota Jayapura, yang ditangkap polisi PNG karena membawa narkoba jenis ganja,” kata Konsul RI untuk Vanimo (PNG) Abraham Lebelau, ketika dikonfirmasi Antara via telepon dari Jayapura, Selasa (8/5).

Ia mengatakan perempuan pemegang kartu pass lintas batas (PLB) itu ditangkap di Wutung pada Rabu (2/5).

YT berada di Wutung setelah kembali dari Vanimo, ibu kota Provinsi Sandaun, PNG, untuk berjualan pakaian.

Ketika hendak meninggalkan Wutung menuju wilayah Jayapura, Papua, ia ditangkap polisi PNG karena kedapatan membawa ganja.

Kini, YT masih menunggu proses hukum terhadap dirinya sesuai ketentuan hukum yang berlaku di negara itu.

“Konsulat RI di Vanimo akan terus mendampinginya selama proses hukum,” kata Konsul Lebelau.

Sementara ini, kasus itu masih ditangan polisi, belum dilimpahkan ke pengadilan di Vanimo.

YT bersama lima orang rekannya membawa ganja dari wilayah PNG ke wilayah Indonesia, namun lima orang rekannya ditangkap di tapal batas RI-PNG (Skouw-Wutung) oleh prajurit TNI pengamanan perbatasan negara.

Komandan Satgas Yonif 501 Kostrad Letkol Inf Eko Antoni Chandra membenarkan hal itu.

“Pada Rabu (2/5) lima warga sipil ditangkap sesaat melintas di Anggira dan membawa ganja seberat 2,9 kilogram,” ujarnya.

Lima warga Distrik Abepura itu yang merupakan rekan YT itu kini diproses hukum di Polres Jayapura Kota. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Buruh, Rumah dan Kejahatan Negara

Kementerian kesehatan merilis 6771 KK buang air besar sembarangan di Bekasi. Menjijikkan tentunya. Namun, disebelah kota Bekasi, Kerawang, Luhut Binsar Pandjaitan telah melakukan "topping off" perumahan dan kawasan bisnis Meikarta, dengan nilai projek 20 miliar dolar AS, atau sekitar Rp300 Triliun

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER