Polisi Medan Sita Puluhan Mesin Judi Jackpot

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Petugas Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan mengamankan empat pemain judi “jackpot” di lokasi terpisah di kota itu dan menyita 24 unit mesin yang digunakan mereka.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira di Medan, Sumatera Utara, Senin (7/5), mengatakan ke-4 tersangka itu, berinisial S (44) warga Jalan Keadilan, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kemudian tersangka berinisial M (36), P (24), dan F (31) warga Jalan Cemara, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

“Pengungkapan kasus perjudian tersebut merupakan komitmen Polrestabes Medan dalam memberantas judi di wilayah hukum kota Medan,” ujar Putu Yudha.

Ia mengatakan, penangkapan pemain judi “jackpot” itu, dari lokasi terpisah di Kota Medan, di antaranya, Medan Barat, Medan Timur dan Pulo Brayan.

Penangkapan tersebut juga tindak lanjut dari laporan warga yang merasa resah dengan adanya praktik perjudian yang melanggar hukum.

“Dalam penangkapan pemain judi itu, juga turut disita barang bukti ratusan koin dan uang ratusan ribu rupiah,” katanya.

Selain itu, empat orang pemain judi, dan pemilik mesin “jackpot”.

“Akibat perbuatan permainan judi itu, keempat tersangka dijerat melanggar Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman hukuman enam tahun kurungan penjara,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan itu. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sikap PSI Tolak Perda Syariah Dapat Dikategorikan Anti Pancasila dan Konstitusi

Untuk masyarakat daerah yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam, tentunya wajar bahkan wajib bagi mereka untuk memperjuangkan adanya Perda-Perda yang berdasarkan Syariat Islam di daerahnya. Jadi tidaklah tepat bila kita atau siapapun, partai politik manapun, kelompok manapun, bahkan pemerintah sekalipun ingin menghempang suatu Perda yang bernuansa Syariah.

Refleksi Akhir Tahun Pendidikan

Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....