Polisi Langkat Ringkus Tiga Pengedar Uang Palsu

0
100
Ilustrasi.

LANGKAT, SERUJI.CO.ID – Aparat polisi dari satuan reserse kriminal Kepolisian Resor Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, meringkus tiga tersangka pengedar uang palsu secara terpisah dari lokasi berbeda setelah sebelumnya membeli handphone.

Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian Resor Langkat AKBP Dede Rojudin melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Firdaus, di Stabat, Jumat (30/3).

Firdaus menjelaskan sebelumnya ada laporan kepada polisi lalu ditugaskan Kanit Iptu Bram Chandra bersama anggotanya untuk menyelidiki laporan itu lalu petugaspun mengamankan satu tersangkanya yaitu RSW (24) warga Jalan Tengku Amir Hamzah Dusun V Abdul Kadir Desa Tandam Hulu II Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang.

Loading...

Dari pengembangan terhadap tersangka ini diamankan tersangka lainnya berinitsal RAH (20) warga Kebun Lada Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai, lalu tersangka YS (22) warga Jalan Sei Besitang Kelurahan Pujidadi Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai.

Polisi juga menyita barang bukti handphone merek samsung, uang palsu sebanyak Rp1.350.000, dengan pecahan uang Rp50.000 sebanyak 27 lembar, sepeda motor merk suzuki satria fu 150 cc silver tanpa nomor polisi dan printer.

Firdaus menjelaskan penangkapan terhadap ketiganya dilakukan petugas atas laporan korban Alex Sunarno (32) warga Jalan Suparman Lingkungan VIII Bantenan, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

Dijelaskannya, pelapor memberitahukan kepada saksi yakni Ibnu Suhada Tarigan (18) pelajar, warga Pasa II Dondong Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat, ingin menjual handphone miliknya seharga Rp1.650.000.

Korban kemudian menyerahkan handphone tersebut kepada saksi Ibnu Suhada untuk diantar kepada pembelinya. Sekembalinya dari lokasi, kedua saksi selanjutnya menyerahkan uang hasil penjualan kepada istri korban sebesar Rp1.650.000, Istri korban saat menghitung uang tersebut mengatakan bahwa uangnya palsu. Bahkan korban juga mengecek dan ternyata kualitas kertas berbeda dengan uang asli. Dimana ketika diterawang tidak ada bayangan pahlawan, dilihat nomor seri banyak yang ganda serta benang pengaman tidak kilat seperti uang asli.

“Kini ketiganya sudah diamankan untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut,” katanya. (Ant/SU01)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU