Polisi Kalteng Tangkap Pedagang Keliling Obat Keras Terlarang

MUARA TEWEH, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Sektor Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah menangkap tiga tersangka pengedar obat keras terlarang jenis Seledryl dan menyita barang bukti 648 butir atau 54 keping obat terlarang.

“Ketiga tersangka diamankan beserta sejumlah barang bukti yang ditemukan saat dilakukan penangkapan di kawasan pasar mingguan Maranen di Desa Bukit Sawit Kecamatan Teweh Selatan oleh polisi setempat” kata Kasat Narkoba Polres Barito Utara AKP Tugiyo di Muara Teweh, Ahad (6/5).

Ketiga tersangka itu Sarbini (57) warga Kelurahan Harus RT 02 Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Misrani (39) warga Kelurahan Halangan Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong, Kalsel dan H Untung (40) warga Kelurahan Ampah Dua Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur, Kalteng.

Para tersangka merupakan pedagang keliling mingguan yang menjual obat-obatan, jamu dan lainnya ditangkap pada Sabtu (5/5) sekitar pukul 14.30 WIB di kawasan pasar baru Maranen Desa Bukit Sawit di blok E Nomor 4, blok G Nomor 10 dan blok G nomor 12.

“Polisi menemukan barang bukti obat merk Seledryl dari Sarbini sebanyak 216 butir (18 keping) dan uang Rp20.000, Misrani 168 butir (14 keping) dan H Untung 264 butir (22 keping) dan uang Rp100 ribu,” katanya.

Tersangka menyimpan dan pemperjualbelikan obat kode keras tersebut dalam jumlah yang tidak sewajarnya tanpa dilengkapi resep dokter dan diduga dilakukan secara ilegal.

“Saat ini tersangka telah dibawa ke Polres Barito Utara,” kata dia pula.

Ketiga tersangka dijerat dalam pasal 196 Jo pasal 98 ayat (2) dan (3) atau pasal 197 Jo 106 ayat 1 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman kurungan selama 10 tahun yakni tindak pidana setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yg tidak memiliki ijin edar dan tidak memenuhi standart dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu.

Obat seledryl merupakan obat batuk yang dapat membuat efek mabuk.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini hingga para pelaku pengedar dan bandar lainnya bisa tertangkap,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER