Polisi Jember Sita Petasan Berbagai Ukuran

JEMBER, SERUJI.CO.ID – Aparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, menyita petasan berbagai ukuran dari seorang tersangka berinisial ST (40) warga Desa Karangpring di sekitar garasi bus AKAS di Kelurahan Kebonagung, Kabupaten Jember.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, petasan itu disimpan sejak Januari lalu dan rencananya akan menjual petasan itu. Namun petugas mengetahui hal tersebut dan segera menangkapnya,” kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo di Jember, Jumat (18/5).

Menurutnya, petugas mengamankan barang bukti 5 meter petasan siap ledak dengan rincian 75 buah petasan berdiameter 1 centimeter, dan 1 buah petasan berdiameter 3 centimeter yang dirangkai sedemikian rupa.

“Petasan yang diamankan dari tersangka terdapat dua jenis, berukuran diameter besar dan kecil. Dilihat dari jenis petasannya, itu buatan tangan dan bukan hasil produksi pabrikan,” tuturnya.

Modusnya tersangka menguasai, menyimpan barang berupa petasan tanpa izin yang didapatkan dari pemberian temannya, kemudian tersangka hendak menjual petasan tersebut untuk mendapatkan uang.

Atas perbuatannya, lanjut dia, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal hukuman 20 tahun penjara dan tersangka ST harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak membuat dan memperjualbelikan petasan karena jika terus memaksa untuk menjual ataupun memiliki petasan tersebut, maka bersiap-siaplah berurusan dengan polisi,” katanya.

Ia mengatakan Polres Jember terus memantau dan melakukan patroli rutin untuk mengantisipasi adanya peredaran petasan di Kabupaten Jember karena dapat mengganggu ketenangan umat Islam menjalankan ibadah puasa.

“Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif melaporkan kepada aparat kepolisian, apabila di sekitar lingkungannya ada pihak-pihak yang menjual atau menyimpan petasan,” ujarnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Indonesia Darurat Keadilan