Polisi Gorontalo Sita Puluhan Botol Miras Ilegal

GORONTALO, SERUJI.CO.ID – Polsek Kota Tengah menyita puluhan botol minuman keras tanpa izin dari sejumlah warung di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Ahad (6/5).

Kapolsek Kota Tengah Iptu Risda Idfira mengatakan, menjelang bulan puasa pihaknya gencar melakukan patroli dan razia minuman keras serta penyakit masyarakat lainnya.

“Pada kegiatan ini kami menyita puluhan botol minuman berbagai merek yang dijual di warung atau kios yang tidak memiliki izin,” ujarnya.

Ia mengungkapkan di Kota Gorontalo, minuman keras tidak dapat diperjualbelikan secara bebas kepada masyarakat baik golongan A, B dan C menurut peraturan daerah yang ada.

“Kami tegas dalam menangani peredaran minuman keras di wilayah ini, karena bisa menjadi sumber masalah dan tindakan kriminal lainnya,” ujarnya pula.

Sesuai dengan Peraturan Daerah tentang Minuman Beralkohol Nomor 3 Tahun 2017, untuk minuman keras golongan A yang kadar alkoholnya di bawah 5 persen tidak bisa diperjualbelikan di tempat umum.

Selain menyita minuman keras, anggota Polsek Kota Tengah juga melakukan razia di rumah indekos.

“Pada razia di rumah indekos, kami mendapati tiga pasangan bukan suami istri. Saat ini mereka sudah dibawa ke kantor untuk dilakukan pendataan dan juga pembinaan,” katanya lagi. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.