Polisi Gagalkan Produksi Ekstasi Rumahan di Aceh

0
12
ilustrasi

LHOKSUMAWE, SERUJI.CO.ID – Petugas Satuan Narkoba Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh, berhasil menggagalkan produksi pil ekstasi skala rumahan di Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Narkoba Iptu Zeska Julian, Senin (12/2) malam mengatakan, dalam usaha membongkar praktik pembuatan pil ekstasi rumahan tersebut pada hari Rabu (8/2) lalu, pihaknya berhasil memboyong empat pelaku beserta barang bukti bahan pembuatan pil narkoba tersebut dan juga alat kerja.

Pelaku berinisial Ya (59) tersangka peracik pil ekstasi dan yang lainnya bertugas sebagai pengedar, yakni Mur (22), Awi (21), Mal (33). Keempatnya adalah warga Aceh Utara.

Sedangkan lokasi pembuatan dilakukan tidak jauh dari jalan raya Medan-Banda Aceh tepatnya di Desa Keude Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu.

Keberhasilan pihaknya mengungkap “home industry” inex tersebut berawal dari laporan masyarakat bahwa di seputaran Keude Bayu, beberapa pemuda kerap melakukan transaksi jual-beli narkotika jenis ekstasi.

“Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, personel kita di lapangan melakukan penyamaran sebagai pembeli pil happy. Dalam ‘undercover’ tersebut, personel berhasil mengamankan empat tersangka pil narkoba produksi rumahan tersebut,” katanya.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap seorang tersangka Mur, petugas berhasil menemukan 21 butir pil ekstasi di saku celananya dan tiga unit telepon genggam.

Kemudian dilakukan pengembangan oleh petugas, maka ditemukan alat pembuatan pil ekstasi serta 107 butir pil ekstasi siap edar.

“Selain itu, kita juga menemukan satu paket sabu-sabu seberat 0,29 gram bruto yang digunakan oleh para pelaku sebagai salah satu bahan baku untuk pembuatan narkoba pil ekstasi tersebut,” katanya.

Dari pengakuan tersangka, aktivitas pembuatan ekstasi tersebut sudah berjalan satu bulan dan diedarkan di wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Sedangkan bahan pil ekstasi abal-abal tersebut terbuat dari parasetamol, sabu-sabu, ganja, alkohol serta campuran lainnya.

Sementara sejumlah alat pembuatannya, antara lain, timbangan elektrik, mal besi pencetak pil ekstasi, satu set lesung (batu penggiling), dua sepeda motor, empat unit HP serta enam butir amunisi aktif jenis FM.

“Kini tersangka dan sejumlah barang bukti tersebut berada di Polres Lhokseumawe untuk pemeriksaan lebih lanjut dan kepada tersangka dapat diancam hukuman di atas 5 tahun,” kata Zeska. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....