Polisi Gagalkan Penyelundupan Satu Kilogram Sabu

BANDA ACEH, SERUJI.CO.ID – Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh bekerja sama dengan petugas Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, menggagalkan penyeludupan narkoba jenis sabu-sabu sebesar satu kilogram yang hendak dibawa keluar Aceh.

Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar di Banda Aceh, Ahad (8/4), mengatakan, polisi juga mengamankan tiga tersangka pemilik dan pembawa sabu-sabu tersebut.

“Tiga tersangka beserta satu kilogram sabu-sabu diamankan petugas Bandara SIM pada 5 April 2019 sekitar pukul 10.15. Petugas Bandara mengamankan penumpang pesawat itu didasari informasi Ditresnarkoba Polda Aceh,” kata Kombes Pol Misbahul Munauwar.

Tiga tersangka tersebut, dua di antaranya mahasiswa, yakni berinisial A bin MY, 23 tahun, warga Gampong Hagu, Kecamatan Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya, dan MA bin EA, 24 tahun, warga Gampong Muka Blang, Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya.

Serta tersangka EM bin EA, 27 tahun, pekerjaan wiraswasta, yang juga warga Gampong Muka Blang, Kecamatan Pante Raja, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.

Kombes Pol Misbahul Munauwar menyebutkan, penangkapan tiga tersangka narkoba tersebut didasari informasi Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh kepada petugas Bandara SIM Blangbintang, Aceh Besar.

Informasi itu menyebutkan bahwa pada dan pesawat tertentu agar dilakukan pemantauan terhadap para penumpang yang mencurigakan. Berdasarkan informasi tersebut, petugas Bandara mengamankan tiga orang tersebut, kata Kombes Pol Misbahul Munauwar.

Lalu, kata dia, petugas bandara menginformasikan bahwa tiga tersangka sudah diamankan. Kemudian, personal Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh mendatangi Bandara SIM Blangbintang, Aceh Besar.

Dari pemeriksaan, ditemukan enam paket kristal putih yang dipastikan sabu-sabu seberat lebih kurang satu kilogram yang disembunyikan di masing-masing sepatu tersangka.

“Rencananya, barang terlarang itu dibawa tersangka ke Jakarta dengan pesawat Batik Air. Sabu-sabu tersebut diperoleh dari seseorang DPO di Kabupaten Bireuen, Aceh,” ungkap Kombes Pol Misbahul Munauwar.

Selain tersangka dan satu kilogram sabu-sabu, petugas juga mengamankan barang bukti lainnya berupa lima unit telepon genggam, satu buku tabungan, tiga kartu ATM, tiga dompet, dan tiga tiket pesawat.

“Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Ditresnarkoba Polda Aceh untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga mengusut jaringan narkoba tersangka,” pungkas Kombes Pol Misbahul Munauwar. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Soal Publikasi Reuni 212: Kebebasan Pers di Era Media Sosial

Reuni 212 jelas peristiwa besar, jika dilihat banyaknya massa yang berkumpul. Ia juga jelas peristiwa besar jika dilihat dari tertib dan disiplin massa itu. Namun jelas pula Reuni 212 bukan peristiwa netral.

Negeri Bohong

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER