Polisi Diminta Usut Penjualan Obat Herbal Ilegal

0
31
Obat Palsu
BBPOM saat memaparkan kasus temuan obat herbal tanpa izin edar dan mie berformalin, Senin (4/12/2017). (Foto: Mica/SERUJI)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Utara meminta Polda Sumut agar mengusut tuntas penjualan obat-obat herbal ilegal yang secara bebas diperjualbelikan kepada masyarakat.

“Peredaran obat tradisional tanpa memiliki izin edar yang dikeluarkan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) harus dihentikan karena dapat merugikan masyarakat,” kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut Abubakar Siddik di Medan, Sabtu.

Selain itu, menurut dia, BBPOM Medan sebagai institusi yang berwenang, dalam pengawasan obat herbal itu, harus segera menarik barang tersebut dari pasaran.

“Masyarakat juga diimbau agar hati-hati, jika ingin mengonsumsi produk herbal yang banyak diperjualbelikan,” ujar Abubakar.

Ia menyebutkan, menggunakan obat herbal tanpa izin edar (TIE), sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat, karena belum mengetahui isi kandungan atau zat yang terdapat pada obat tersebut.

Pemerintah melalui BBPOM Medan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan perlu turun ke lapangan untuk melakukan penertiban terhadap toko obat yang menjual obat herbal yang bermasalah.

“Konsumen yang akan membeli obat herbal tersebut harus terlebih dulu meneliti, apakah ada tercantum izin edar yang dikeluarkan oleh BBPOM,” ucapnya.

Abubakar meminta kepada masyarakat agar tidak perlu membeli obat herbal jika tidak ada tercantum izin edar tersebut.

Sebab, obat herbal yang seperti itu, belum dianggap dapat memberikan rasa aman dan bisa saja menimbulkan dampak negatif bagi warga yang mengonsumsinya.

“Jadi, masyarakat diharapkan perlu mencermati dan lebih teliti lagi jika ingin membeli produk herbal yang banyak dijual di pasaran,” kata Ketua YLKI Sumut itu.

Sebelumnya, BBPOM Medan menyita belasan jenis obat herbal ilegal dan tanpa memlikin izin edar yang dikeluarkan pemerintah, dari salah satu tempat praktik tabib berinisial MT, di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (30/11).

Kepala BBPOM Medan Yulius Sacramento Tarigan, Senin (4/12), mengatakan, obat herbal yang diperjualbelikan kepada masyarakat itu untuk mengobati berbagai jenis penyakit.

Fari 14 jenis obat yang diamankan tersebut, salah satunya merupakan jenis obat tetes mata sebanyak 63 kemasan. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
bambang soesatyo

DPR Minta Kemenag Beri Penjelasan Terkait Rekomendasi 200 Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Agama menjelaskan terkait kebijakan mengeluarkan rekomendasi 200 nama mubaligh, agar tidak terjadi keresahan di...
operasi pasar

Bulog Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Aparat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tangerang, Banten, mempersiapkan operasi pasar (OP) sebagai antisipasi lonjakan harga sembako di pasar tradisional dan pusat...

Fitriani Gagal Rebut Angka Pertama Piala Uber Lawan Malaysia

BANGKOK, SERUJI.CO.ID - Pemain Indonesia Fitriani gagal meraih angka pertama bagi tim putri Indonesia, setelah menyerah kepada Soniia Cheah dari Malaysia 21-10, 17-21, 14-21...
tenaga kerja asing

Terkait Serbuan TKA, Ini Tanggapan Presiden Jokowi

PADANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, Senin (21/5), setelah salah...

Dikalahkan Persela Lamongan, Persija Ajukan Protes ke PSSI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persija Jakarta secara resmi mengajukan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi...