Polisi Denpasar Ringkus Suami Istri Lakukan Penipuan

0
43
Tersangka (ilustrasi)

DENPASAR, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Sektor Denpasar Barat, Provinsi Bali, menangkap pasangan suami istri di Jakarta karena melakukan penipuan uang Rp250 juta milik korban Dani Supriyanto (39) dalam transaksi sewa menyewa ruko.

“Kedua pasangan suami istri yakni Muhammad Zubair (36) dan Sherly Cristye Suyandi (40) melakukan penipuan dalam sewa menyewakan ruko untuk satu tahun Rp50 juta, namun uang hasil penyewaan ruko selama lima tahun atau sebesar Rp250 juta milik korban digunakan kedua tersangka untuk kepentingan pribadi,” kada Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Aan Saputra di Denpasar, Senin (14/5).

Ia menerangkan, untuk tersangka Zubair ditangkap di Jalan Taman Sari 11 Nomor 85, Hotel Akoya, Jakarta Barat, pada 21 April 2018, Pukul 03.00 Wib dan istrinya ditangkap di Perumahan Green Lake City Claster Asia VII Nomor, 16 Jakarta Barat, pada 22 April 2018.

Untuk pasal yang disangkakan kepada tersangka adalah Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun karena telah merugikan korbannya.

“Istri Zubair ikut melakukan penipuan tersebut dengan cara menggunakan cadar dan mengaku sebagai pemilik ruko dan mengelabuhi korban yang menyewa toko,” katanya.

Uang hasil penipuan kepada korban, digunakan kedua tersangka untuk mengontrak rumah di Grand Lake City sebesar Rp48 juta, membeli mobil Volvo Rp 35 juta dan sudah dijual lagi, membeli motor besar merek Honda Golwing Rp45 juta, mengontrak rumah di Jalan Pondok Bahar Rp25 juta, membeli motor cina merk hapy Rp15 juta.

Kemudian, tersangka juga membeli motor yamaha Mio GT Rp2,5 juta, dipinjam saudara atas nama Taufik Rp20 juta, membeli cincin Rp5 juta, membeli telepon seluler Rp7 juta, membeli Hp Oppo Rp2,5 juta, membeli TV 43 inci Rp4 juta, disimpan di ATM tersangka Sherly Rp10 juta, membeli narkoba Rp15 juta, dibawa ketempat hiburan Rp15 juta dan dipinjamkan kepada securiti Rp1,5 juta.

“Semua barang bukti sudah kami amankan di Polsek Denpasar Barat untuk dijadikan barang bukti untuk dilimpahkan dalam persidangan,” katanya.

Pada 21 September 2017, korban ditawarin untuk sewa kontrak ruko oleh tersangka Zubair dan Istrinya Sherly Cristye dimana, peran istri pelaku menawarkan ruko dan menggunakan cadar yang berpura-pura sebagai pemilik ruko, yg lokasinya di Jalan Sulawesi Denpasar serta dinyatakan ruko tersebut milik temanya Tasnim.

Setelah dikirim foto ruangan ruko sy sepakati untuk mengontrak, korban ditawarin harga Rp85 juta pertahun dan namun ditawar korban Rp75 juta pertahun dan disepakati dengan harga itu.

Korban yang berencana mengontrak lima tahun dan disepakati pembayaran tiga kali, kemudian pada 29 November 2017, Pukul 15.00 Wita, korban mentransfer uang senilai Rp50 juta sebagai uang muka ke nomor rekening Sherly Cristie Suyandi.

Pembayaran kedua, korban kembali mentransfer uang sebesar Rp200 juta, setelah itu korban diberikan kunci oleh Zubair sendiri, guna dilakukan renovasi dan bersih bersih.

Pada saat bersih bersih datang seseorang laki-laki yg tidak dikenal telah mengakui Ruko tsb adalah miliknya, kemudian korban menghubungi tersangka Zubair dan Tasnim namun tidak nyambung. Akibatnya korban mengalami kerugian sebesar Rp250 juta. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU