Polisi Denpasar Ringkus Dokter Gadungan Tipu Pasien

DENPASAR, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Sektor Denpasar Barat, Provinsi Bali, meringkus tersangka Ni Made Kunti (30) yang diketahui seorang dokter gadungan karena telah melakukan praktek pengobatan ilegal dan menipu korban Ni Wayan Laksmi dan I Made Rundah yang menjadi pasiennya.

“Praktek kedokteran secara ilegal ini dilakukan tersangka sejak Desember 2017 dengan cara meyakinkan korbannya bahwa dirinya seorang dokter spesialis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah dan Rumah Sakit SOS,” kata Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Gede Sumena, di Denpasar, Selasa (15/5).

Tersangka melakukan pengobatan secara ilegal dengan mendatangi rumah korbannya yang menderita penyakit kanker payudara sebanyak empat kali dengan memasang tarif satu kali pengobatan sebesar Rp5 juta sesuai kesepakatan dengan korban.

Korban yang merasa setelah dilakukan pengobatan oleh tersangka tidak kunjung sembuh, kemudian keluarga korban melakukan pengecekan ke RSUP Sanglah. Namun, tersangka tidak benar bertugas di rumah sakit setempat, dimana tersangka mengaku bernama dokter Dela.

“Korban yang merasa ditipu, korban kemudian memancing tersangka dengan cara menelepon Made Kunti agar mau mengobati korban di rumahnya lagi. Saat datang ke rumah korban, tersangka langsung diinterogasi oleh keluarga korban, kepala dusun dan Babinkantibnas. Tersangka akhirnya mengakui sebagai dokter gadungan,” katanya.

Selanjutnya, korban yang merasa ditipu tersangka melaporkan kejadian itu ke Polsek Denpasar Barat pada 14 April 2018 dan pelaku langsung diamankan dengan barang bukti baju seperti dokter pada umumnya, nama di baju, sepatu dan uang tunai sisa hasil penipuan kepada korban Rp1,2 juta.

“Pelaku kemudian kami tangkap di Jalan Imam Bonjol Gang 106 No 11, Denpasar dengan barang bukti baju yang dipakai untuk praktik dokter, sepatu, uang sisa hasil penipuan, obat dan jarum suntik yang dibelinya di apotik,” katanya.

Tidak hanya melakukan praktik ilegal, tesangka yang hanya lulusan SMA ini juga menipu korban Wayan Anton (76) yang menjanjikan cucu korban Made Ananta bisa bersekolah di kedokteran Universitas Udayana dengan program yang telah dibuat Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah.

Wayan Anton yang ditemui di Polsek Denpasar Barat dan melaporkan kasus penipuan yang dilakukan tersangka itu menuturkan telah memberikan uang Rp180 juta lebih kepada tersangka untuk proses kelulusan cucunya di Fakultas Kedokteran yang terbesar di Pulau Bali itu.

“Saya dijanjikan oleh tersangka bahwa cucu saya bisa masuk di Fakultas Kedokteran Unud dengan syarat menyerahkan uang untuk proses kelulusan. Karena dia mengaku seorang dokter yang memiliki kenalan di Fakultas Kedokteran Unud, jadi saya percaya dengan dia dan telah menyerahkan uang secara bertahap dengan total mencapai Rp180 juta lebih,” katanya.

Hingga saat pihak kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini karena sudah tiga korban yang merasa ditipu oleh tersangka dan tersangka disangkakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Soal Islam Nusantara

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi