Polisi Bukittingi Amankan Ratusan Butir Inex

BUKITTINGGI, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) mengamankan 491 butir inex atau extasi dan 15 gram sabu dari sepasang suami istri di Kelurahan Tarok Dipo daerah setempat.

Wakil Kepala Polres Bukittinggi, Kompol Albert Zai di Bukittinggi, Rabu (11/4), mengatakan kasus itu bermula dari informasi masyarakat dan butuh waktu hingga satu bulan untuk pengungkapannya.

Pelaku yaitu inisial HF(40) adalah pengedar dan penyalahguna merupakan residivis atas kasus yang sama dan pasangannya inisial SP (27) adalah pemakai narkoba jenis sabu.

Saat dilakukan penangkapan di kediaman pelaku di Tarok Dipo ditemukan keduanya sedang mengonsumsi sabu. Lalu dilanjutkan penggeledahan dan ditemukan 491 butir inex di lantai dua rumah pelaku.

“Inex dan sabu ini didapatkan pasangan tersebut dari Pekanbaru, Riau,” ujarnya.

Dari hasil interogasi, HF menerangkan bahwa semula inex berjumlah 600 butir, 109 di antaranya sudah diedarkan.

Dalam mengedarkan inex, HF bekerjasama dengan pengedar lain dari Pekanbaru yang menugaskan kurir mengantar barang ke suatu lokasi yang telah ditentukan di Bukittinggi.

Selanjutnya, pengedar dari Pekanbaru memberikan informasi lokasi barang pada HF untuk diambil dan informasi orang yang akan membeli inex.

HF selanjutnya menerima bayaran setelah inex tersebut habis dijual.

“109 yang telah diedarkan itu tidak beredar di Bukittinggi karena memang di sini tidak ada diskotik atau kafe yang memutar musik keras. Kalau konsumsi inex biasanya butuh dukungan musik-musik keras,” terangnya.

Kasus dengan barang bukti inex itu, katanya, adalah kasus terbesar yang diungkap Polres Bukittinggi.

Atas perbuatannya HF dijerat undang-undang narkotika dengan ancaman hukuman enam sampai 20 tahun penjara dan SP diancam hukuman lima sampai 20 penjara. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.