Polisi bersama FPI Membubarkan Pesta Seks Kaum Gay di Surabaya

29
15289
  • 13.2K
    Shares
gay, homoseksual
Polisi menyita sejumlah barang bukti saat penggerebekan pesta seks kaum gay di Surabaya. Ahad,(30/4). (FOTO: Merdeka)

SURABAYA – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polrestabes Surabaya dan organisasi masyarakat dari Front Pembela Islam (FPI) setempat membubarkan pesta seks kaum homoseksual atau gay party yang digelar untuk mengisi libur panjang. Pesta seks menyimpang itu diadakan di Hotel Oval sejak hari Sabtu (29/4) dan rencananya hingga Selasa pagi (2/5).

Kabar adanya pesta gay diterima oleh anggota FPI Gresik lalu diteruskan ke FPI Surabaya. Setelah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, penggerebekan dilakukan di hotel tersebutĀ oleh petugas kepolisian dan beberapa anggota ormas tersebut.

“Pesta tersebut berlangsung di sebuah ruang kamar eksekutif Hotel Oval Surabaya. Setelah mendapat kepastian nomor kamar yang digunakan sebagai tempat pesta, kami kemudian melakukan penggerebekan di kamar nomor 314 dan 203 Hotel Oval pada pukul 00.15 Minggu dini hari,” terang Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Shilitonga saat jumpa pers, Ahad (20/4).

Shinto menggambarkan, ruang kamar yang disewa oleh kaum homoseksual ini jenis eksekutif.

“Jadi ruangan ini besar. Ada semacam ruang lobinya, yang mereka gunakan untuk registrasi, selain terdiri dari dua kamar lainnya dan sebuah kamar mandi,” katanya.

Di dua kamar itulah polisi mendapati belasan kaum gay sedang berpesta. Seorang di antaranya saat digerebek, sedang telanjang bulat, beberapa lainnya hanya mengenakan celana dalam.

“Sebenarnya pesta utamanya berlangsung di satu kamar di ruangan itu. Kamar lainnya sepertinya digunakan sebagai tempat kelanjutan dari pesta yang berlangsung di satu kamar utama,” jelasnya.

Pesta lanjutan yang dimaksud, terkait dengan ketertarikan mereka satu dengan lainnya. Bahkan, aktivitas seksual pasangan-pasangan itu bisa disaksikan langsung oleh yang lain.

“Ini kan jadinya bermain seks di hadapan umum,” ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan para peserta pesta gay yang digali polisi, tiap peserta bisa berganti-ganti pasangan jika saling tertarik dan bahkan bisa bermain bersama-sama.

Dalam penggerebekan tersebut mengamankan sebanyak 14 orang, yang semuanya adalah peserta pesta gay. Mereka tidak hanya datang dari Surabaya, tapi juga dari kota sekitarnya seperti: Jombang, Madiun, dan Sidoarjo. Bahkan ada juga yang datang dari Yogyakarta.

“Delapan di antaranya telah kita tetapkan sebagai tersangka, enam lainnya sementara masih berstatus sebagai saksi,” katanya.

Menurut dia, enam peserta yang masih berstatus sebagai saksi, karena saat ditangkap hanya kedapatan sedang menyaksikan film porno, dan juga mengaku hanya sebagai penonton kaum gay lainnya yang sedang berpesta seks.

“Jadi dalam pesta ini juga disediakan film porno untuk membangkitkan gairah mereka dalam berpesta. Tentu film pornonya yang diputar ya juga tentang aktivitas seksual pasangan gay,” jelasnya.

Sementara dari delapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, salah satunya adalah yang menjadi inisiator terselenggaranya pesta ini, yaitu berinisial An, warga Jombang, yang sehari-harinya berwira usaha rental Playstation di rumahnya.

“Tersangka An ini menyebar undangan lewat media sosial, lalu peserta yang tertarik diminta bayar antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Penyewa ruang kamar di Hotel Oval sebagai tempat pesta tersebut juga atas nama tersangka An,” jelasnya.

Buku Rekening Mandiri atas nama tersangka An, uang tunai Rp 1,1 juta, dan bill hotel kini telah disita polisi sebagai barang bukti.

Barang bukti lain yang disita polisi adalah puluhan kondom, baik yang masih utuh maupun bekas pakai, dan tisu bekas pakai. Polisi juga menyita sebilah golok di dalam mobil Mitsubisi Strada Triton L 9651 H milik salah satu peserta party gay.

Selain itu polisi juga menyita flashdisk berisi film porno beserta televisinya, sprei kamar hotel, serta minyak zaitun dan beberapa merk krim berbentuk pasta yang diduga digunakan sebagai pelumas dalam pesta kaum homo tersebut.

Selanjutnya, ke 14 tersangka akan dijerat Pasal 32, 33, 34 dan Pasal 36 Undang-Undang Nomor 44/2008 tentang Pornografi, dan atau Pasal 45 UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Mereka juga akan dijerat Pasal 55 dan 56 KUHP tentang pemberian bantuan dan bersama-sama melakukan tindak pidana, serta Pasal 2 UU Darurat Nomor 12/1951 tentang kepemilikan senjata tajam.

Hotel Oval merupakan hotel yang terletak di sekitar Kebun Binatang Surabaya (KBS). Hotel ituĀ dulu pernah akan digunakan sebagai tempat kegiatan International Lesbian and Gay Association (ILGA). Saat itu, organisasi tersebut akan mengadakan kongres tingkat Asia. Namun, massa dari FPI dan sejumlah ormas Islam lainnya mendatanginya, dan melakukan penolakan atas kegiatan tersebut.

 

EDITOR: Iwan Y

29 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU