Polisi Bekuk Pengedar Obat Keras di Indramayu

INDRAMAYU, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Resor Indramayu, Jawa Barat, membekuk seorang pengedar obat keras sekaligus pembuat dengan menyita 48 ribu tablet dan alat pencetaknya.

“Tersangka berinisial AY ditangkap karena kedapatan menjual obat-obatan yang disimpan di kamar indekosnya,” kata Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin di Indramayu, Jumat (13/4).

Arif mengatakan tersangka merupakan warga Terusan Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Dari tangan tersangka polisi menyita 48 ribu tablet obat keras berbagai merek yang siap diedarkan.

Selain mengedarkan obat keras, tersangka juga berupaya untuk membuat sendiri obat keras tersebut, namun ketika usahanya selalu gagal.

“AY berusaha membuat obat keras sendiri, dari tangan AY kami amankan satu alat pembuatan, tetapi dari pengakuannya selalu gagal,” ujarnya.

Arif menambahkan dari pengakuan AY, obat keras yang diedarkan dan disita tersebut dipasok dari AG yang merupakan warga Jatibarang Kabupaten Indramayu dan saat ini masih dalam pengejaran.

Dari 48 ribu obat keras atau daftar G itu terdiri atas 70 ikat tramadol HCL dengan jumlah total 3.500 tablet, 29 bungkus hexymer kecil warna kuning 14.500 tablet, dan 16 bungkus hexymer besar warna putih jumlah 16.000 tablet.

Kemudian empat boks hexymer denga jumlah keseluruhan 4.000 tablet, 42 botol kutoin phenytoin berjumlah 3.780 kapsul, dan 16 bungkus kutoin phenytoin jumlah keseluruhan 1.440 kapsul.

“Dan lima bungkus double Y warna putih satu bungkus isinya 1.000 tablet, jadi jumlah keseluruhan ada 5.000 tablet,” katanya.

Tersangka kata Arif melanggar Pasal 196 Jo Pasal 197 Undang-undang Republik Indonesia No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda 1,5 miliar. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Ghazwul Fikri dan Media