Polisi Bekasi Tangkap Delapan Remaja Pembunuh Aditya

BEKASI, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Sektor Pondokgede Kota Bekasi, Jawa Barat, menangkap delapan remaja yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Rizki Aditya (17) dalam insiden tawuran di Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Ahad (24/12).

“Tersangka masing-masing MN, FR, DA, HI, DH, LA, BS, dan IR yang masih berusia pelajar. Saat ini para tersangka sudah mendekam di penjara Mapolsek Pondokgede,” kata Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede, AKP Dimas Satya Wicaksono, di Bekasi.

Hal itu dikatakannya dalam agenda gelar kasus di Mapolrestro Bekasi Kota, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Senin (25/12) siang.

Menurut dia, dalam insiden tawuran dua kelompok remaja di Jalan Swadaya, Kampung Cibening RT01 RW14, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Ahad (24/12) dini hari telah mengakibatkan Muhammad Rizki Aditya tewas akibat luka bacokan.


Dikatakan Dimas, kelompok tersangka berasal dari wilayah Kecamatan Bekasi Barat, sementara kelompok korban berasal dari dari kawasan Jatibening, Pondokgede.

Dimas mengatakan, persoalan yang memicu tawuran tersebut adalah balas dendam yang dilakukan kubu pelaku pascabentrokan pada pekan sebelumnya.

“Pada bentrokan sebelumnya, kelompok tersangka berjumlah enam orang diserang kelompok lain di lokasi kejadian. BS, salah satu dari kelompok tersangka mengalami luka bacok di lengannya,” katanya.

BACA JUGA:  Pabrik Pil PCC di Purwokerto Produksi Ratusan Ribu Butir/Malam

Sebelum bentrokan pecah, kata dia, kedua kelompok tersebut sempat janjian melalui media sosial untuk melakukan tawuran di lokasi kejadian.

“Bentrokan terjadi pada Ahad (24/12) dini hari. Kelompok tersangka melakukan penyerangan, sehingga terjadi tawuran menggunakan senjata tajam,” katanya.

Dalam insiden itu, kata dia, kedua kelompok terpengaruh minuman keras sehingga melakukan perbuatan nekat dengan menghilangkan nyama lawannya.

Muhammad Rizki Aditya tewas usai dibacok di bagian punggung dan pinggang saat dia terpeleset jatuh dalam uoaya meloloskan diri dari kejaran kelompok tersangka.

“Polisi yang mendapatkan laporan langsung melakukan pengejaran dan menangkap delapan tersangka di Kranji, Bintara dan Bekasi Barat,” katanya.

Dalam upaya penganan polisi di lokasi kejadian, pihaknya menyita barang bukti berupa tiga bilah celurit berikut empat telepon selular yang digunakan untuk berkomunikasi.

Adapun para tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan hingga menyebabkan orang tewas dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun. (Ant/SU01)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi