Polisi Bekasi Sita Ratusan Obat Keras Ilegal

BEKASI, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Sektor Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, menyita ratusan butir obat keras yang diperdagangkan secara ilegal di sebuah toko di daerah itu.

“Dari penggerebekan itu, kami menyita 162 butir kapsul tramadol, 643 tablet tramadol, 472 eximer, 32 butir alprazolam, 45 butir tramadol 50 mg, dan uang tunai Rp2,238 juta,” kata Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Agung Iswanto, di Bekasi, Rabu (28/2).

Menurut dia, barang terlarang itu diperoleh pascapenggerebekan toko obat di Jalan Ki Mangun Sarkoro, Kelurahan Bekasi Jaya, pekan lalu.

Toko itu diduga menjual obat keras secara bebas kepada konsumen tanpa resep dokter.

“Rata-rata konsumennya adalah remaja yang berstatus sebagai pelajar atau anak jalanan,” katanya.

Dia mengatakan, polisi menetapkan tiga orang tersangka dalam penggerebekan tersebut. Ketiga tersangka masing-masing AY (27), NI (21), dan M (43).

“Para tersangka mempunyai peran berbeda, M sebagai pembujuk atau bandarnya, kemudian AY dan NI yang menjualnya,” kata Agung.

Upaya penggerebekan itu dilakukan pihaknya setelah mendapatkan laporan dari masyarakat yang resah dengan dampak negatif dari mengonsumsi barang tersebut.

Ketika dilakukan penggerebekan, kata dia, dua orang tersangka AY dan NI sedang melayani tiga orang remaja, berinisial AR (20), AA (19) dan DH (19).

“Tiga butir tramadok dijual Rp10 ribu, 1 butir eksimer Rp20 ribu, dan lima butir alprazolam Rp30 ribu,” katanya.

Ia mengatakan, hasil jualan obat tersebut bisa mencapai Rp2,5 juta dalam sehari karena banyaknya konsumen yang membeli setiap harinya.

“Ini salah satu pemicu tawuran, karena setelah mengkonsumsi mereka mabuk lalu mempengaruhi kesadarannya,” katanya.

Untuk mempertangunggjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat Undang-Undang Kesehatan dengan hukuman penjara selama 15 tahun. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER