Polisi Barito Selatan Amankan 40,22 Gram Sabu

BUNTOK, SERUJI.CO.ID – Polres Polres Barito Selatan, Kalimantan Tengah mengamankan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 40,22 gram.

“Sabu-sabu tersebut diamankan dari seorang pelaku berinisial AW,” kata Kapolres Barito Selatan AKBP Eka Syarif Nugraha Husen melalui Kasat Narkoba Iptu Sanif, di Buntok, Rabu (27/6).

Ia mengatakan, pelaku berhasil diamankan di Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala pada Senin (25/6) sekitar pukul 02.00 WIB.

“Penangkapan terhadap pelaku berdasarkan informasi masyarakat bahwa pelaku sering mengedarkan sabu-sabu,” kata dia.

Berdasarkan infomasi tersebut lanjut dia, pihaknya melakukan penyelidikan lebih intensif.

“Setelah yakin bahwa terlapor pengedar narkoba jenis sabu-sabu, anggota Satresnarkoba bergerak cepat, dan berhasil menangkap pelaku pada Senin dini hari (25/6) sekitar pukul 02.00 WIB,” ungkapnya.

Pada saat dilakukan penggeledahan di rumah terlapor, kata dia, pihaknya menemukan barang bukti yang disimpan di dalam kamar, dan sebagiannya lagi ditanam pelaku di bawah rumah.

Ia menyampaikan sabu-sabu tersebut didapatnya dari Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

“Selain untuk digunakan sendiri, sabu-sabu tersebut juga diedarkan di Kelurahan Bangkuang, maupun di Puruk Cahu atas, Kabupaten Murung Raya,” ungkapnya.

Pelaku bersama dengan barang bukti berupa 13 paket kecil sabu, dan 7 paket besar sabu, plastik, dan dompet, dan handphone telah diamankan di Mapolres Barito Selatan untuk proses hukum, penyelidikan, dan pengembangan lebih lanjut. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BPK dan Bencana

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.