Polisi Akan Periksa Rocky Gerung, Ini Alasannya

0
143
  • 56
    Shares
Rocky Gerung
Rocky Gerung (foto:Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Akademisi Rocky Gerung akan diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya sebagai saksi terkait ujaran kebohongan yang menyeret aktivis Ratna Sarumpaet.

“Sesuai petunjuk jaksa, kami akan memanggil Pak Rocky Gerung, rencananya besok (Selasa) pukul 14.00 WIB,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, di Jakarta, Senin (26/11).

Ia mengatakan, Sarumpaet menyebutkan ada pengiriman foto kepada Gerung sehingga penyidik akan memastikan hal itu dan memenuhi petunjuk dari jaksa untuk melengkapi berkas berita acara pemeriksaan dia.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta meminta Polda Metro Jaya melengkapi berkas berita acara pemeriksaan Sarumpaet lantaran dinyatakan kurang memenuhi syarat formil dan materil pada pekan kemarin.

Polda Metro Jaya melimpahkan tahap pertama berkas BAP Sarumpaet yang tersandung kasus ujaran kebohongan kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Kamis (8/11).

Berkas Sarumpaet itu mencapai 32 BAP, terdiri dari tersangka, saksi, saksi ahli, serta 65 lampiran barang bukti.

Dalam kasus ini, sejumlah saksi diperiksa di antaranya Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Amien Rais, Plt Kadisparbud DKI Asiantoro, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Nanik S Deyang, serta driver, dan staf Ratna Sarumpaet.

Baca juga: Polisi Akan Periksa Nanik Deyang Terkait Kasus Ratna Sarumpaet

Anggota Polda Metro Jaya menangkap Ratna Sarumpaet di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten pada Kamis (4/10) malam.

Polisi menjerat tersangka Ratna dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ratna menjadi tersangka setelah polisi menerima laporan soal hoax penganiayaan. Ratna memang mengakui kebohongannya setelah polisi membeberkan fakta-fakta penelusuran isu penganiayaan. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU