Polda Sumut Selidiki Peredaran Obat Herbal Ilegal

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sumatera Utara minta kepada Polda Sumut agar terus menyelidiki peredaran obat herbal ilegal berbagai jenis di Kota Binjai yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

“Penjualan 15 jenis obat herbal ilegal tersebut, tanpa memperoleh izin edar yang dikeluarkan oleh pemerintah,” kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut, Abubakar Siddik di Medan, Ahad (17/12).

Menurut dia, obat yang tidak memiliki izin dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, tidak boleh diperjual belikan kepada masyarakat, karena berbahaya.

“Selain itu, juga tidak mengetahui isi kandungan yang terdapat pada obat dan juga bahan yang digunakan,” ujar Abubakar.

Ia mengatakan, obat herbal yang diperjual belikan kepada masyarakat itu, harus diawasi jangan sampai dikonsumsi warga dan bila perlu ditarik dari peredaran.

Petugas BBPOM Medan harus bertanggung jawab untuk memantau seluruh obat-obat herbal yang diedarkan secara ilegal.

“Hal tersebut dilakukan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terhadap warga masyarakat yang tidak mengetahui penjualan obat herbal yang bermasalah itu,” ucapnya.

Abubakar menambahkan, petugas BBPOM Medan dapat bekerja sama dengan Polda Sumut dan instansi terkait lainnya untuk melakukan penertiban obat herbal ilegal yang banyak beredar di pasaran.

Kemudian, obat herbal yang tidak jelas itu, akan semakin merugikan kesehatan masyarakat maupun konsumen.

Hal tersebut, harus dapat dihindari sehingga tidak berdampak kepada kesehatan warga yang mengonsumsi obat herbal yang tidak terdaftar di BBPOM Medan.

“Jadi, warga masyarakat juga harus mewaspadai obat herbal ilegal yang banyak diperjual belikan di pasaran,” kata Ketua YLKI Sumut.

Sebelumnya, petugas BBPOM Medan menyita belasan jenis obat herbal ilegal dan tanpa memlikin izin edar yang dikeluarkan pemerintah, dari salah satu tempat praktik tabib berinisial MT, di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (30/11).

Kepala BBPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan, Senin (4/12) mengatakan obat herbal yang diperjual belikan kepada masyarakat itu, untuk mengobati berbagai jenis penyakit.

Selain itu, menurut dia, dari 14 jenis obat tersebut, dan salah satunya merupakan jenis obat tetes mata sebanyak 63 kemasan.

“Jadi, jumlahnya ada 15 jenis obat, dan terdiri dari 919 kemasan. Dan nilai harga obat tersebut seluruhnya mencapai nilai Rp 519 juta lebih,” kata Yulius. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo Subianto, “What Is To Be Done”: Catatan atas Pidato Prabowo

Pidato Prabowo Subianto menggelegar di bumi nusantara kemarin malam. Jutaan atau puluhan juta menyaksikan pidato visi-misi tersebut. Dari sisi pidato, Prabowo luar biasa, mampu sebagai "singa podium", yang menjelaskan pikiran-pikirannya seolah berinteraksi dengan suasana audiens dan seolah tanpa teks.

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy