Polda Riau Ungkap Dua Sindikat Peredaran Narkoba Jaringan Internasional

0
77
Sabu-sabu (ilustrasi)

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Riau mengungkap dua sindikat peredaran narkoba jaringan internasional dengan barang bukti 7,5 kilogram sabu-sabu serta 5.000 butir pil ekstasi dengan nilai mencapai Rp12,7 miliar dari tangan lima tersangka.

“Mereka jaringan berbeda, meskipun kami pastikan asal barang itu sama, masuk dari Malaysia,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Haryono di Pekanbaru, Rabu (28/3).

Ia menjelaskan, pengungkapan pertama dilakukan jajaran Ditresnarkoba Polda Riau di perbatasan Pekanbaru-Duri, tepatnya Pasar Minggu, Kilometer 80. Dari pengungkapan pada Kamis (22/3) pekan lalu tersebut, polisi meringkus tiga tersangka.

Mereka masing-masing berinisial Sa, Ri, dan Ma. Sebanyak tiga paket besar sabu-sabu dengan dua paket masing-masing seberat satu kilogram, dan satu paket lainnya seberat setengah kilogram disita polisi senilai Rp3,7 miliar.

“2,5 kilogram sabu-sabu kita sita dari mereka. Pada pengungkapan pertama tersebut kita menemukan sabu-sabu disimpan di dalam kap mobil. Ini modus baru yang kita temukan,” ujarnya.

Sifat narkoba sabu-sabu akan menguap saat berada dalam ruang panas. Untuk itu, ia mengatakan ketiga tersangka membungkus serbuk haram tersebut menggunakan karet alas mobil.

Sementara itu, pada hari selanjutnya, Jumat (23/3), Polda Riau kembali melakukan pengungkapan dengan barang bukti lebih besar yakni 5 kilogram sabu-sabu yang tersimpan dalam lima paket besar atau senilai Rp7,5 miliar. Selain itu, Polisi turut menyita 5.000 butir pil ekstasi senilai Rp1,5 miliar.

Ia menjelaskan, dari penangkapan yang kedua tersebut polisi meringkus dua tersangka masing-masing berinisial JS alias Pacak dan MI. Mereka ditangkap di salah satu SPBU, Rumbai, Kota Pekanbaru.

“Kita masih terus melakukan pengembangan dari dua pengungkapan ini,” ujarnya.

Lebih jauh, Haryono menjelaskan terdapat persamaan dari dua pengungkapan beda jaringan tersebut. Yakni, bungkus sabu-sabu yang digunakan adalah teh China dengan merek Guanyinwang.

“Kesimpulan awal, barang ini didapat dari orang yang sama, meski mereka tidak saling kenal. Jadi mereka ini kurir dengan bayaran variatif. Paling besar Rp40 juta sekali kirim,” tuturnya.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, AKBP Andri yang memimpin pengungkapan dua kasus besar tersebut mengatakan pihaknya melakukan pengintaian lebih dari sebulan lamanya sebelum meringkus ke lima tersangka berikut seluruh barang bukti.

“Masing-masing tim itu terus mengintai selama satu bulan sebelum eksekusi kami lakukan. Alhamdulillah, mudah-mudahan kasus ini terus terungkap hingga ke bandar besarnya,” ujarnya. (Ant/SU02)

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama