Polda Riau Dalami Kasus Pencucian Uang Sindikat Narkoba

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Riau mendalami tindak pidana pencucian uang atau TPPU, yang dilakukan sindikat narkoba di wilayah tersebut menyusul terungkapnya aliran dana sebesar Rp1,5 miliar tersimpan di sebuah bank.

“Kita selidiki aliran dananya,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Haryono kepada Antara di Pekanbaru, Rabu (28/3).

Menurut dia, Polda Riau akan meminta analisa dari PPATK (Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan) untuk pengembangan kasus itu.

Terungkapnya aliran dana miliaran rupiah tersebut setelah jajaran Polda Riau menangkap tiga tersangka sindikat narkoba di perbatasan Pekanbaru-Duri, tepatnya Pasar Minggu, Kilometer 80.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial Sa, Ri, dan Ma. Sebanyak tiga paket besar sabu-sabu dengan dua paket masing-masing seberat satu kilogram, dan satu paket lainnya seberat setengah kilogram disita polisi senilai Rp3,7 miliar.

Selain barang bukti sabu-sabu, ia mengatakan Polisi turut menyita dua buku tabungan. Di dalam buku tabungan itu, lanjutnya, masing-masing hanya tertulis saldo sebesar Rp3 juta.

“Namun setelah kita berkoordinasi dengan bank, ternyata masing-masing rekening berisi lebih dari Rp700 juta,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rekening tersebut tertulis atas nama salah satu tersangka berinisial Ri. Akan tetapi, pengakuan tersangka Ri, buku rekening tabungan tersebut merupakan milik seorang bandar narkoba yang hanya meminjam identitas tersangka Ri.

“Kita sudah meminta BNI (Bank tempat penyimpanan uang tersangka) untuk memblokir rekeningnya. Selain PPATK, kami juga meminta bantuan Bank untuk mendalami aliran dananya,” jelasnya.

Medio Maret lalu, Polda Riau mengungkap jaringan narkoba dengan barang bukti 7,5 kilogram sabu-sabu dan 5000 butir ekstasi. Estimasi nilai seluruh barang bukti tersebut mencapao Rp12,7 miliar.

Baca juga: Polda Riau Ungkap Dua Sindikat Peredaran Narkoba Jaringan Internasional

Selain 2,5 kilogram sabu-sabu dari tiga tersangka diatas, Polda Riau juga meringkus dua tersangka narkoba lainnya berinisial JS alias Pacak dan MI. Barang bukti yang diungkap lebih besar dari pengungkapan pertama, yakni 5 kilogram sabu-sabu dan 5.000 ekstasi.

Meskipun dua kelompok sindikat narkoba itu berasal dari jaringan yang berbeda, Haryono menjelaskan terdapat persamaan dari dua pengungkapan tersebut. Yakni, bungkus sabu-sabu yang digunakan adalah teh China dengan merek Guanyinwang.

“Kesimpulan awal, barang ini didapat dari orang yang sama, meski mereka tidak saling kenal. Jadi mereka ini kurir dengan bayaran variatif. Paling besar Rp40 juta sekali kirim,” tuturnya.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, AKBP Andri yang memimpin pengungkapan dua kasus besar tersebut mengatakan pihaknya melakukan pengintaian lebih dari sebulan lamanya sebelum meringkus ke lima tersangka berikut seluruh barang bukti.

“Masing-masing tim itu terus mengintai selama satu bulan sebelum eksekusi kami lakukan. Alhamdulillah, mudah-mudahan kasus ini terus terungkap hingga ke bandar besarnya,” ujarnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER