Polda Metro Tahan Pimpinan Serikat Pekerja Danamon

0
188
Karyawan Danamon yang tergabung dalam Serikat Pekerja Danamon melakukan unjuk rasa dengan melakukan long march dari Tugu Tani menuju Kantor Pusat Bank Danamon. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Penyidik Polda Metro Jaya menahan Ketua Umum Serikat Pekerja Bank Danamon Abdoel Moedjib dan Sekretaris Jenderal Muhammad Afif sebagai tersangka dugaan pelanggaran Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Keduanya ditahan usai menjalani pemeriksaan lebih dari 18 jam atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, fitnah, dan UU ITE pada tanggal 6 Desember 2017,” kata anggota Tim Advokasi Buruh Melawan Kriminalisasi Bambang di Jakarta, Sabtu (16/12).

Bambang menyatakan kedua pimpinan Serikat Pekerja Bank Danamon itu menolak menandatangani berita acara penahanan karena langkah polisi tidak didasari syarat subjektif.

Loading...

Selama ini, Bambang menuturkan bahwa Moedjib dan Afif kooperatif menjalani proses hukum dan penetapan keduanya dinilai dipaksakan.

Bambang mengatakan bahwa tim kuasa hukum dari LBH Jakarta dan Jaringan Aliansi Serikat Pekerja Tolak Kriminalisasi telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap Moedjib dan Afif.

Bambang menilai Moedjib dan Afif tidak memenuhi syarat subjektif, seperti menghilangkan barang bukti, melarikan diri, dan mengulangi perbuatan tindak pidana lainnya sehingga tidak layak ditahan.

Selain itu, Bambang mengemukakan bahwa Moedjib dan Afif merupakan “tulang punggung” keluarga yang harus menghidupi kebutuhan istri dan anak.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menetapkan kedua pimpinan SP Bank Danamon sebagai tersangka berdasarkan laporan staf legal Bank Danamon Cahyanto C. Grahana.

Moedjib dijerat Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP dan/atau Pasal 4 Huruf b Angka 2 juncto Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Muhammad Afif dituduh menyebarkan video melalui media sosial yang berisi penghinaan dan pencemaran nama baik dan/atau menimbulkan kebencian berdasarkan SARA.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU