close

Polda Metro Periksa Pelapor Putra Presiden

JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya periksa tersangka ujaran kebencian Muhammad Hidayat yang juga pernah melaporkan putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Kaesang Pangarep.

“Kan diundang ini untuk melengkapi pemeriksaan saja,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Jumat.

Kombes Argo berujar bahwa pihak penyidik Polda Metro Jaya melayangkan surat penggilan yang kedua terhadap Hidayat.

“Penyidik meminta keterangan terkait dugaan ujaran kebencian terhadap Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan” kata Argo terkait pemeriksaan terhadap Hidayat. mengungkapkan.


Seperti yang diberitakan sebelumnya, Hidayat menyatakan kasus ujaran kebencian yang menjeratnya sebagai bentuk kriminalisasi terkait ujaran kebencian.

Hidayat menambahkan panggilan penyidik tersebut setelah memperoleh penangguhan penahanan.

“Saya menduga proses yang berlanjut ini adalah efek dari tindakan saya melaporkan Kaesang putra Jokowi,” ujarnya.

Sebelumnya, kepolisian menangkap pengunggah video provokasi yang menayangkan rekaman saat Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan meminta massa FPI untuk menghentikan penyerangan yang dilakukan massa HMI terhadap anggota kepolisian di depan Istana Negara saat berlangsung demo 411.

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan tersangka terhadap Hidayat yang mentransmisikan video ujaran kebencian terhadap Kapolda Metro Jaya melalui “youtube”. (HA)

Sumber:Antara

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Tidak Terjadi Kebakaran di Gedung Bawaslu RI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Badan Pengawas Pemilu Abhan mengonfirmasi tidak...

188 Korban Aksi 22 Mei Dirawat di RS Budi Kemuliaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rumah Sakit Budi Kemuliaan di Jakarta...

Kronologis Penyerangan Aparat Terhadap Tim Medis Dompet Dhuafa

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tim Medis Dompet Dhuafa mengalami perlakuan...

Usai Kericuhan, Kapolda Metro Jaya Pastikan Jakarta Tetap Kondusif

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot...

Kerusuhan Pascapengumuman Pilpres, Ganjar Pranowo Sebut Ada Provokator

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut...

Jenazah Ustadz Arifin Dishalatkan di Masjid Al-Munawar Malaysia

KUALA LUMPUR, SERUJI.CO.ID - Jenazah pendakwah dan Pimpinan Majelis...

TERPOPULER

Polisi Curiga Massa Yang Rusuh Malam Hari di Bawaslu, Bukan Massa Aksi Damai Sebelumnya

Menurut Kapolres massa aksi yang dibubarkan tidak berperangai sama dengan massa yang sejak sore berdemo. Massa aksi pendemo di depan Gedung Bawaslu sempat membubarkan diri dengan tertib sekira pukul 20.30 WIB.

Polisi Bersama Ulama FPI Halau Massa Perusuh Yang Terbukti dari Luar Petamburan

"Perusuh ini bukan dari Jakarta dan bukan dari Petamburan, dari pagi tadi kami bersama tokoh-tokoh FPI, juga kami dibantu para ulama untuk menghalau mereka," kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Hariyadi

Personel TNI Berbagi Makanan Berbuka Puasa dengan Peserta Aksi di Bawaslu

Aksi simpatik itu menuai simpati dari para peserta aksi. "Masya Allah, hidup TNI," ujar seorang peserta aksi seraya tersenyum haru.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Tentang Korupsi Sektor Publik