Polda Metro Konfrontir Jennifer Dengan Pemasok Shabu


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya akan mengkonfrontir artis Jennifer Dunn atau JD dengan pemasok shabu-shabu FS guna memastikan jumlah transaksi yang telah dilakukan.

“Karena ada perbedaan keterangan antara JD dengan FS,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Senin (8/1).

Argo mengungkapkan JD dan FS menyampaikan keterangan berbeda soal jumlah transaksi yang telah dilakukan yakni dua kali dan 10 kali.

Argo menuturkan petugas juga masih memburu dua orang terkait kasus narkoba yang melibatkan Jennifer itu yakni K dan BL.

K berperan sebagai pemasok shabu kepada tersangka FS yang telah ditangkap petugas bersama Jennifer Dunn.

Sementara BL, berdasarkan keterangan dari tersangka yang telah ditangkap petugas merupakan konsumen dari FS.

Sebelumnya, petugas menangkap pemasok narkoba FS dan Jennifer Dunn pada dua tempat berbeda di wilayah Pejaten dan Mampang Prapatan Jakarta Selatan pada Ahad (31/12).

Polisi menduga pria berinisial FS menjadi pengedar langganan narkoba yang beberapa kali dipesan Jennifer.

Selain meringkus dua tersangka, polisi menyita barang bukti bungkua rokok berisi 0,6 gram shabu, dua unit telepon selular dan satu pipet plastik untuk menyendot shabu.

Jennifer diketahui pernah tersangkut dua kali kasus yang sama karena penyalahgunaan narkoba.

Polisi juga telah meringkus rekan Jennifer Dunn berinisial R alias T yang sempat mengkonsumsi shabu bersama.

Petugas menciduk R dengan barang bukti shabu sisa pakai 0,2 gram, alat hisap dan klip plastik bungkus shabu di rumah kerabatnya kawasan Pejaten Jakarta Selatan. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close