Polda Metro Bantah Kriminalisasi Ibu yang Obati Anaknya

0
87
Nico Afinta
Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Polisi Nico Afinta. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pihak Polda Metro Jaya mengklarifikasi isu yang beredar di media sosial yang menuding Polda Metro telah melakukan kriminalisasi terhadap seorang ibu berinisial RY.

“Jadi dalam rangka meluruskan berita yang beredar luas di medsos, di mana Polda Metro Jaya dituduh melakukan tindakan kriminalisasi kepada ibu yang anaknya bermasalah dengan mata, di mana ibu anak ini telah berusaha untuk berjuang tapi kenapa malah dipenjara,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta di Polda Metro Jaya, Rabu (8/11).

Nico mengatakan awalnya RY mencari bantuan dana untuk pengobatan cangkok mata anaknya, MES (4), melalui media sosial.

“RY mencari bantuan untuk kesembuhan anaknya yang harus menjalani operasi cangkok mata pada 2013,” kata Nico.

Selanjutnya pada 2017, seorang donatur berinisial L bersedia menanggung biaya operasi MES dengan perjanjian tidak memposting foto anaknya melalui media sosial yang bertujuan meminta bantuan kepada pihak lain.

Setelah perjanjian disetujui, Nico menuturkan L membawa RY dan MES untuk tinggal di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Namun L mencurigai RY tetap memposting foto anaknya untuk mencari bantuan bagi anaknya sehingga melaporkan hal itu ke Polda Metro Jaya.

Penyidik Polda Metro Jaya menyelidiki dan mengumpulkan bukti terkait laporan dugaan yang dituduhkan kepada RY.

Hasil investigasi, menurut Nico, menunjukkan RY masih menerima dana bantuan dari donatur hingga Rp 230 juta.

Uang dari donator lain itu terindikasi digunakan RY untuk kebutuhan sehari-hari, kredit telepon selular, dan meminjamkan kepada keluarga, bahkan dijadikan modal untuk berjudi sehingga tidak ada penggunaan dana bantuan itu untuk pengobatan anaknya.

Saat ini, RY telah menempati Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, dan menjalani tiga persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, sedangkan MES dan neneknya tinggal di hunian tempat sementara milik Dompet Dhuafa. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU