Polda Kalsel Sita Dua Kilogram Sabu

BANJARMASIN, SERUJI.CO.ID – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel berhasil ungkap jaringan pengedar sabu-sabu kelas kakap yang dikendalikan narapidana dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Dari jaringan tersebut ditangkap Pahrin alias Amak (47) selaku penyimpan sekaligus yang mengedarkan narkotika atas suruhan bandar dalam Lapas Narkotika Karang Intan Martapura,”kata Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana di Banjarmasin, Selasa (8/5).

Kapolda menjelaskan, awalnya anggota Timsus Ditresnarkoba Polda Kalsel menerima informasi sejak lima bulan lalu terkait aksi tersangka mengedarkan narkoba.

Hingga pada akhirnya, anggota yang dipimpin Katimsus Rajawali Hitam AKBP Daryanto pada Kamis (3/5) malam, meyakini ada barang bukti tersimpan di rumah pelaku Jalan Prona I Gang Indra Jaya VI Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin hingga melakukan penyergapan.

Dari hasil penggeledahan, ditemukan 17 paket sabu-sabu dengan berat kotor 170,98 gram, 503 butir pil ekstasi warna merah muda logo Mickey Mouse dengan berat bersih 148, 49 gram serta 134 butir pil ekstasi warna biru logo R dengan berat bersih 39,19 gram.

Tak cukup sampai di situ, petugas kemudian bergerak lagi ke rumah orangtua tersangka di Jalan Prona I Gang Pembangunan 4 Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin yang kembali menemukan 15 paket sabu-sabu dengan berat kotor 1.520 gram.

“Sehingga dari pengungkapan ini, total barang bukti yang disita sebanyak 32 paket sabu-sabu seberat 2 kilogram dan 637 ekstasi,” jelas Kapolda saat ekspos bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel Brigjen Pol Nixon Manurung.

Atas pengungkapan itu juga, Polda Kalsel berhasil menyelamatkan penggunaan narkotika sebanyak 40.637 jiwa jika diestimasikan setiap satu gram dikonsumsi 20 orang yang ditambah penggunaan ekstasi jika jadi beredar 637 butir.

Secara khusus Kapolda menyinggung peran pihak Lapas yang menurutnya masih kurang komitmen atas pemberantasan Narkoba di Kalsel, sehingga para bandar besar masih bebas berkomunikasi mengendalikan jaringannya di luar meski tengah dalam balik jeruji besi penjara.

Sementara Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Muhammad Firman membeberkan, selain tersangka Pahrin yang ditembak kaki kanannya lantaran melawan saat penangkapan, dalam jaringan yang sama Polres Tanah Bumbu juga mengamankan dua tersangka atas nama Abdiannur Rachim dan Muhammad Yusuf.

“Kami mendeteksi jaringan ini memasok narkoba melalui jalur darat, yakni Provinsi Kalimantan Tengah hingga masuk ke Kalsel. Dan diduga sudah ada barang bukti sempat beredar sebelum tersangka ditangkap,” pungkasnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER